Polisi Gagalkan Penyelundupan 106 Karung Gula di Bireuen

BIREUEN – Polisi dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bireuen menggagalkan penyelundupan sebanyak 106 karung gula pasir tanpa dokumen dari Sabang ke Bireuen dalam sebuah penyelidikan yang dilakukan di perairan Bireuen, Sabtu, 8 September 2012 dinihari.

Kepala Polisi Resort Bireuen AKBP Yuri Karsono melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Inspektur Satu Benny Cahyadi kepada sejumlah wartawan, Senin, 10 September 2012  mengatakan barang bukti gula dan dua tersangka diamankan ke Polres Bireuen untuk pengembangan lanjutan.

Dua tersangka itu bernama Safrizal, 30 tahun, dan Saed Salmi, 35 tahun, keduanya warga Jabon, Kota Sabang. Safrizal tugasnya menunggu pendaratan gula di pantai Bireuen. Sementara Saed Salmi, mengawal gula itu dari Sabang.

“Gula diangkut dari Sabang tujuan Bireuen melalui TPI Kuala Jeumpa, penyelundupan gula ilegal sudah sering dilakukan,” ungkap Benny. Dari pengembangan diketahui Safrizal membeli gula dari seseorang berinisial M, warga Sabang yang kini masuk daftar pencarian orang atau DPO polisi.

Kronologi penangkapan tersangka dan sejumlah barang bukti itu, ujar Benny tidak terlepas dari informasi masyarakat. Menerima informasi, tujuh personil Polres Bireuen menggunakan boat masyarakat menuju perairan Bireuen. Di laut, polisi berpapasan dengan boat yang mengangkut gula tanpa dokumen.

Selain 106 gula serta dua tersangka, polisi mengamankan satu boat yang dipakai mengangkut gula tanpa izin itu. Dari pengembangan di darat berikut diamankan satu mobil Mitsubishi pickup L-300 BK 9470 BS serta mobil Suzuki Carry Pickup BL 8487 PW.

Gula itu dibeli di Sabang Rp570 ribu per karung. Di Bireuen dijual kembali dengan harga Rp590 ribu per karung. Akibat perbuatannya, kedua pelaku penyelundupan itu dijerat Undang-Undang No 17 tahun 2006 Tentang Kepabeanan dengan ancaman hukuman 4 tahun hingga 10 tahun penjara. []

  • Uncategorized

Leave a Reply