PM Malaysia Tuntut Jasad Korban MH17 Dipulangkan Sebelum Idul Fitri

Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak, menuntut agar bisa membawa pulang 43 jasad warga Malaysia sebelum Idul Fitri. Dia ingin agar jasad warganya bisa segera dimakamkan di Negeri Jiran dengan layak.

Dilansir dari laman Malaysia, The Star, Najib mengaku geram mendengar pemberitaan kelompok separatis memindahkan jenazah korban MH17 ke luar lokasi jatuhnya pesawat.

"Kami tidak ingin siapa pun boleh membawa keluar jasad para penumpang dan diletakkan di tempat yang tidak kami ketahui. Dan kami berharap, jasad warga Malaysia sudah dapat dibawa pulang sebelum hari Idul Fitri," ungkap Najib di Masjid Al-Najihin dalam program Nur Ramadhan pada Minggu kemarin.

Dia menambahkan sejak kejadian jatuhnya pesawat MH17, Nadjib tidak bisa tidur nyenyak dalam dua hari terakhir.

"Saya telah menyerukan kepada para pemimpin dunia dan pihak lain untuk mendesak agar diberikan akses ke lokasi jatuhnya pesawat," imbuh Najib.

Tuntutan itu juga telah disampaikan oleh Menteri Perhubungan Malaysia, Liow Tiong Lai yang tiba di Ukraina. Dia menyebut pemerintahnya khawatir tim internasional dicegah oleh kelompok separatis memasuki lokasi jatuhnya pesawat.

"Ini sangat penting, penyidik internasional dan personil pencarian serta pemulihan diberikan akses penuh dan tidak terbatas ke lokasi jatuhnya pesawat," ungkap Liow di Kiev pada Minggu kemarin.

Dia telah diinformasikan oleh Pemerintah Ukraina, bahwa lokasi jatuhnya pesawat berada di bawah kendali kelompok separatis.

"Mereka juga menyampaikan kepada kami, tidak bisa membuat koridor yang aman di lokasi jatuhnya pesawat bagi tim penyidik internasional. Pemerintah Ukraina juga tidak dapat menjamin keselamatan tim penyidik internasional di dalam dan sekitar lokasi," imbuh Liow.

Pesawat Malaysia Airlines MH17 diketahui jatuh di desa Grabovo pada Kamis, 17 Juli 2014 ketika dalam perjalanan menuju ke Kuala Lumpur. Burung besi jenis Boeing 777-200 ER itu tengah membawa 298 penumpang dan kru serta dijadwalkan tiba hari Jumat, 18 Juli 2014 sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Namun, ketika memasuki wilayah udara timur Ukraina, pesawat diduga ditembak rudal oleh kelompok separatis Ukraina.[] sumber: viva.co.id

  • Uncategorized

Leave a Reply