Pesona Pantai Sawang Aceh Utara Lagee Boh Lam Oen

SAMUDERA – Di Desa Sawang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara ternyata ada pantai yang memesona. Sebagian warga menyebut pantai ini ibarat “buah dalam daun”, keindahannya tertutup untuk kunjungan wisata.

Di lokasi pantai ini, Minggu, 6 Januari 2013, beberapa bocah riang gembira menikmati belaian ombak laut. Bocah-bocah itu ditemani orangtuanya. Ada juga dua warga memancing ikan.

Selebihnya hanya para nelayan yang tengah beristirahat di bawah pohon tepi pantai. Tak jauh dari pantai, ada sebuah warung. Satu-satunya warung milik Bang Din, warga setempat, berada di lahan yang dipadati pohon kelapa.

Pemandangan ini jauh beda dengan sejumlah pantai lainnya. Pantai Lancok, Syamtalira Bayu, Aceh Utara, misalnya, saban akhir pekan ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah. Selain warga Aceh Utara dan Lhokseumawe, juga dari Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur dan Bireuen.

Pantai Ujong Blang Lhokseumawe lebih ramai lagi. Perbedaan lainnya, sepanjang garis Pantai Ujong Blang telah dibangun tanggul untuk menghadang ombak. Tak ada lagi tempat bermain dengan pasir. Sebagian lintasan Pantai Lancok juga sudah tertimbun batu-batu besar. Sedangkan Pantai Sawang sama sekali tak ada tanggul. Masih pantai seutuhnya.

Lantas, mengapa Pantai Sawang sepi dari kunjungan wisata? “Pantai ini ditutup untuk umum, karena dikhawatir terjadi pelanggaran syariat Islam. Kalau dibuka, banyak muda mudi datang berpasangan, perilaku mereka tidak selaras dengan syariat Islam dan budaya Aceh,” kata Bang Din diamini Mulyadi, warga Desa Sawang.

Menurut Mulyadi, biasanya lokasi pantai ini hanya dikunjungi beberapa warga dari desa tetangga. Rata-rata adalah orangtua yang membawa anaknya untuk sekadar berbasah-basahan dengan air laut. “Yang seperti itu diizinkan,” katanya. “Tidak untuk yang lain”.

Siang tadi, seorang pedagang buah langsat dari Seunuddon, Aceh Utara, Sulaiman, ikut datang ke Pantai Sawang ini. “Saya pikir ramai orang di sini, rupanya sangat sepi. Padahal pantai ini jauh lebih menarik dari Pantai Lancok dan Ujong Blang,” kata Sulaiman.

Sulaiman menyebut Pantai Sawang, “lagee boh lam oen (seperti buah dalam daun)”. Mendengar itu, Bang Din, Mulyadi dan sejumlah nelayan yang tengah rehat di tepi pantai terkekeh. “Memang lagee boh lam oen, teusom (tersembunyi),” kata Mulyadi.

Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Aceh Utara, Nurliana menyebutkan Pantai Sawang salah satu pantai terindah di kabupaten ini. “Sebenarnya, Pantai Sawang salah satu dari enam objek wisata andalan di Aceh Utara,” kata dia saat ditemui sebulan lalu.

Sayangnya keelokan pantai ini tak bisa dikelola karena ada surat edaran yang dikeluarkan Pemerintah Aceh Utara sejak bupati periode lalu. Isinya, kata Nurliana, tentang larangan untuk kunjungan wisata.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply