Pesan Gubernur untuk Wakil Bupati Abdya

Pesan Gubernur untuk Wakil Bupati Abdya

BLANGPIDIE – Gubernur Aceh Zaini Abdullah melantik Erwanto, SE, MA, sebagai Wakil Bupati Aceh Barat Daya di Gedung DPRK Abdya, Senin, 8 Juni 2015. Pada acara pelantikan tersebut, Gubernur Zaini Abdullah juga menyampaikan tujuh pesan penting yang ditujukan kepada Wakil Bupati Abdya terpilih.

Gubernur meminta Erwanto sebagai wakil bupati untuk bekerja secara ikhlas dan penuh tanggungjawab membantu Bupati dalam menjalankan program pembangunan di Aceh Barat Daya.

“Oleh sebab itu, komunikasi dan koordinasi harus dilakukan secara intensif dengan Bupati agar kepemimpinan berjalan dengan baik. Bersama Bupati, saudara harus memperkokoh jalinan kerja yang solid dan sinergis dengan mengutamakan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik, seperti transparansi, akuntabel, tertib administrasi dan selalu berkoordinasi, serta menyampaikan laporan-laporan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai Wakil Bupati, sebagaimana yang diamanahkan UUPA,” katanya.

Selanjutnya, Gubernur Zaini meminta Erwanto bisa mengembangkan kreativitas dalam merancang program pembangunan di Aceh Barat Daya. Sehingga, kata dia, program yang dijalankan berpihak pada pertumbuhan (pro-growth), berpihak pada pengentasan kemiskinan (pro-poor), berorientasi pada terbukanya lapangan kerja (pro- job) serta cerdas dalam merancang upaya penurunan angka inflasi.

“Di samping itu, seluruh strata pemerintahan mulai dari gampong, mukim, kecamatan dan pemerintah kabupaten perlu melakukan mapping (pemetaan) dan pendataan ke wilayah-wilayah gampong yang belum tersentuh program dan kegiatan pemberdayaan ekonomi rakyat, maupun yang memerlukan perhatian prioritas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyat,” katanya.

Gubernur Zaini juga meminta Pemerintah Kabupaten Abdya untuk mengambil langkah-langkah penanganan terhadap berbagai masalah pembangunan, seperti kemiskinan, pengangguran, gizi buruk, dan sebagainya. Dia juga meminta Pemkab Abdya untuk mengoptimalisasi dan memprioritaskan pelayanan kesehatan, mulai dari posyandu, puskesmas pembantu, puskesmas, dan rumah sakit.

“Selama ini masih dirasakan, bahwa pelayanan yang diberikan di bidang kesehatan belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Saya telah melakukan sidak ke beberapa puskesmas dan rumah sakit, bahwa pelayanan kesehatan masih memerlukan perhatian yang serius dan penanganan secara khusus agar pemberian pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Bersama Bupati, saudara harus bisa mengembangkan citra positif organisasi pemerintahan, sehingga masyarakat percaya dan mau berperan aktif membangun Kabupaten Aceh Barat Daya agar lebih maju dan mandiri. Fungsi-fungsi pemerintahan secara berjenjang mulai dari pemerintahan gampong, pemerintahan mukim, pemerintahan kecamatan, dan pemerintahan kabupaten, harus berjalan secara sinergis dan kewenangan masing-masing strata pemerintahan semuanya harus berjalan dengan baik.

Tugas dan fungsi pemerintahan pada tingkat pemerintahan gampong seyogiyanya dapat diselesaikan pada tingkat pemerintahan gampong. Demikian pula, pada strata pemerintahan mukim, pemerintahan kecamatan dan pemerintahan kabupaten harus dapat dijalankan sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

Apabila kewenangan pada masing-masing strata pemerintahan tidak dapat dijalankan dengan baik, maka akan berdampak terganggunya fungsi pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.

Prinsip ini merupakan salah satu prinsip yang esensial dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Oleh karena itu, semua strata pemerintahan ini harus bergerak dan berfungsi sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

Gubernur Zaini juga meminta Wakil Bupati Abdya mengoptimalisasi potensi daerah demi peningkatan pendapatan daerah. “Sinergikan peran pemerintah dan swasta melalui iklim investasi, sehingga bisa meningkatkan penerimaan sumber pendapatan daerah serta dalam mendukung Aceh Barat Daya sebagai daerah agroindustri. Membangun daerah janganlah semata-mata dengan hanya mengandalkan kemampuan APBA, APBK dan APBN,” katanya.

Akan tetapi, kata dia, yang lebih penting dan lebih mempercepat pembangunan daerah adalah dengan mengajak para investor untuk berinvestasi di daerah. Investasi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi itu sendiri tentunya dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan dan kesejahtaraan rakyat.

Pemerintah Kabupaten Abdya juga diminta untuk menjaga dan merawat perdamaian Aceh dengan segala upaya. Dia juga meminta Bupati dan Wakil Bupati Abdya untuk memperhatikan optimalisasi program pemberdayaan ekonomi kaum dhuafa, korban konflik dan anak-anak yatim.

“Terkait dengan tugas pemerintahan ke depan, saya perlu sampaikan bahwa salah satu program yang mendapat perhatian kita semua adalah pembangunan gampong sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Dalam menjalankan program ini, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran di dalam APBN 2015 untuk Kabupaten Aceh Barat Daya sebesar Rp 35,86 miliar yang akan diserahkan kepada 132 gampong di wilayah ini,” kata Gubernur.

Di samping itu, ada pula Bantuan Keuangan Peumakmue Gampong yang dialokasikan APBA 2015 sebesar Rp. 3.960.000.000,- dan masing-masing gampong mendapat alokasi sebesar Rp 30 juta. Dengan demikian total dana untuk pembangunan gampong di Kabupaten Aceh Barat Daya sebesar Rp 39, 82 miliar.

“Insya Allah, mudah-mudahan dengan dana ini akan dapat lebih meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat gampong,” kata pria yang akrab disapa Doto Zaini itu.

Gubernur juga berpesan, dalam upaya mengefektifkan penggunaan dana tersebut, Pemkab Abdya harus aktif membina SDM pemerintahan gampong melalui berbagai kegiatan diklat prioritas yang dialokasikan dalam APBK, sehingga kapasitas aparatur pemerintahan gampong benar-benar mampu menjalankan amanah Undang-Undang Desa tersebut.

“Hal lain juga perlu saya tekankan dalam hal pemanfaatan Dana Otsus yang merupakan salah satu sumber anggaran bagi pembangunan Aceh. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya meminta kepada Pemkab Abdya agar dalam pemanfaatan dana Otsus lebih berorientasi kepada program jangka panjang,” kata Gubernur.

Program yang dimaksud Gubernur adalah program yang memiliki dampak signifikan, terukur dan dirasakan manfaatnya bagi kesejahteraan rakyat, dengan memprioritaskan, terutama pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, sesuai dengan amanah UUPA.

“Selamat bekerja, besar harapan saya dan tentu saja harapan seluruh rakyat Aceh Barat Daya, dengan keberadaan Saudara Erwanto sebagai pendamping Bupati Aceh Barat Daya, sistem pemerintahan di daerah ini akan berjalan lebih optimal sehingga pertumbuhan dan kesejahteraan rakyat bisa lebih meningkat,” kata Zaini Abdullah.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada kinerja dan dedikasi yang telah diberikan oleh almarhum Yusrizal Razali selama menjabat Wabub Abdya.

Beberapa pejabat turut menghadiri pelantikan Wabub Abdya, diantaranya Ketua DPRA Teungku Muharuddin, Ketua Fraksi Partai Aceh Kautsar M Yus, beberapa Kepala SKPA serta sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat Abdya.[](bna)

Leave a Reply