Pesan Gubernur untuk Geuchik Zainal Usai Pelantikan

Pesan Gubernur untuk Geuchik Zainal Usai Pelantikan

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah melantik   Geuchik Zainal Arifin sebagai Wakil Wali Kota Banda Aceh untuk sisa masa jabatan tahun 2012-2017, di Gedung DPRK Banda Aceh, Selasa, 9 Juni 2015.

Pada acara pelantikan tersebut, Gubernur Zaini Abdullah juga menyampaikan sembilan pesan penting yang ditujukan kepada wakil wali kota terpilih.

Gubernur meminta Zainal Arifin sebagai wakil wali kota untuk bekerja secara ikhlas dan penuh tanggungjawab membantu Wali Kota dalam menjalankan program pembangunan di Banda Aceh.

“Oleh sebab itu, komunikasi dan koordinasi harus dilakukan secara intensif dan harmonis agar kepemimpinan berjalan dengan baik,” kata Zaini.

Bersama wali kota, Geuchik Zainal diharapkan harus mampu memperkokoh jalinan kerja yang solid dan sinergis dengan mengutamakan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik, transparan, akuntabel, tertib administrasi, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, Gubernur Zaini meminta Geuchik Zainal dalam merancang progam pembangunan di Banda Aceh harus bisa mengembangkan kreativitas, sehingga program yang dijalankan berpihak pada pertumbuhan, dan berpihak pada pengentasan kemiskinan.

“Serta berorientasi pada terbukanya lapangan kerja, serta cerdas dalam merancang upaya penurunan angka inflasi,” ujarnya.

Selain itu bersama pemerintah kota harus bisa mengembangkan citra positif organisasi pemerintah, sehingga masyarakat percaya dan mau berperan aktif dalam setiap program pembangunan di Banda Aceh.

“Terutama dalam mewujudkan Banda Aceh sebagai model kota madani, ramah anak, dan ramah terhadap para penyandang disabilitas. Juga perlu tetap menjaga citra kota ini sebagai kota pelajar dan mahasiswa, center of excellence, sekaligus pusat tamaddun Aceh yang islami,” kata Zaini.

Selanjutnya, Zaini meminta agar Geuchik Zainal bersama Wali Kota mengoptimalkan potensi kota demi peningkatan pendapatan daerah. Dan mensinergikan peran pemerintah dan swasta melalui iklim investasi, sehingga bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat dalam mendukung Kota Banda Aceh menjadi pusat investasi berskala nasional dan internasional.

“Apalagi kota ini sangat menonjol di bidang perdagangan, sektor jasa, dan pariwisata, sekaligus menjadi pintu masuk utama bagi Kota Sabang yang kini menjadi andalan sektor pariwisata Aceh,” ujar gubernur.

Selain sebagai Kepala Pemerintah Aceh, gubernur juga merupakan Wakil Pemerintah Pusat di Aceh yang bertugas melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan pemerintahan di kabupaten/kota.

“Untuk itu, saya meminta Pemko Kota Banda Aceh dapat membangun komunikasi dan kerja sama dengan kami agar kita bisa mensinergikan pembangunan Aceh dengan baik,” katanya.

Selanjutnya,  Banda Aceh sebagai kota madani perlu terus meningkatkan pelayanan bidang kesehatan dan kebersihan kota, fasilitas-fasilitas umum seperti taman sari, pasar peunayong dan pasar-pasar lainnya harus dapat diwujudkan secara tertib dan bersih. Saya harapkan tidak ada lagi berjualan di jalan-jalan yang dapat mengganggu arus lalu lintas dan keindahan kota.

“Sudah saatnya kota Banda Aceh mendata dan mendesain kembali bangunan-bangunan pertokoan serta bangunan-bangunan lainnya agar dapat menampilkan estetika untuk keindahan kota ini,” ujarnya.

Saat ini  masih melihat pembangunan pertokoan belum teratur baik ke samping kiri-kanan maupun bangunan ke atasnya. Kedelapan, tingkatkan pengawasan terhadap pelajar terutama agar tidak berkeliaran pada jam belajar, atau berkeluyuran pada malam hari.

“Seperti nongkrong di warung kopi, balapan liar, dan kegiatan-kegiatan lain yang merugikan para siswa sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.

Selanjutnya, gubernur meminta agar wakil wali kota bersama dengan wali kota agar dapat meningkatkan pelaksanaan Syariat Islam.

“Karena sesungguhnya Syariat Islam adalah jalan untuk mencapai kemakmuran, kesejahteraan dan kedamaian dunia akhirat,” ujar Zaini. []

Leave a Reply