Pernah Ketakutan Naik Pesawat, Bek Timnas Indonesia Prihatin dengan Tragedi AirAsia

Bek tim nasional Indonesia, Muhammad Roby, merasa prihatin dengan tragedi hilangnya AirAsia QZ8501 pada Minggu 28 Desember 2014. Roby berharap nasib pesawat dan penumpang di dalamnya segera menemui kejelasan.

"Berdoa dan kembalikan lagi kepada Yang Maha Kuasa," kata Roby ketika ditemui, Senin 29 Desember 2014.

AirAsia QZ8501 adalah pesawat yang melayani penerbangan rute Surabaya-Singapura. Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara, Djoko Murjatmodjo, menyatakan bahwa terakhir pihak pesawat memberikan laporannya pada pukul 06.12 WIB.

Saat itu, katanya, sang pilot meminta pesawat bergeser ke kiri dan naik ke ketinggian 38 ribu kaki untuk menghindari awan. Namun, pesawat resmi dinyatakan hilang pada pukul 07.55 WIB.

Menurutnya, pesawat mengangkut penumpang 155 penumpang. Rinciannya, sebanyak 138 penumpang dewasa, 16 penumpang anak-anak dan 1 penumpang bayi.

"Jadi agak was-was sih (dengan kejadian ini). Tapi, mau bagaimana lagi. Pasrah saja, yang namanya musibah kita tak tahu kan," jelas bek 29 tahun tersebut.

Roby pun mengisahkan bagaimana perasaannya ketika naik pesawat. "Pertama naik pesawat kalau tidak salah 2006. Itu mau ke Banjar Baru, seleksi main di Divisi 2. Takut sih karena baru pertama kali," ungkap Roby.

Musim depan, Roby dipastikan akan lebih sering naik pesawat dengan rekan-rekan satu timnya. Pasalnya, ISL musim depan diikuti oleh 20 tim dan berformat satu wilayah. Selain itu, ada turnamen Piala Indonesia yang diikuti 96 tim dari seluruh kasta kompetisi.[] sumber: viva.co.id

  • Uncategorized

Leave a Reply