Permohonan Izin Sejumlah Penginapan Bireuen Ditolak

KANTOR Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KP2TSP) Kabupaten Bireuen menolak permohonan perpanjangan izin sejumlah penginapan di daerah tersebut. Pasalnya, sejumlah penginapan tersebut tidak memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan.

”Meski tanpa izin penginapan itu tetap menerima tamu seperti biasanya, penginapan yang demikian rata-rata beroperasi di ruko dalam kota Bireuen,” ujar Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KP2TSP) Kabupaten Bireuen, Husaini, Senin, 2 Juni 2014.

Husaini mengatakan sejumlah penginapan liar yang beroperasi di pertokoan di seputaran Bireuen malah lebih diminati para tamu. Sehingga sejumlah penginapan dan hotel yang beroperasi sesuai ketentuan malah semakin meredup.

”Syarat untuk pemberian izin penginapan antara lain memasang panflet nama dengan jelas, memiliki buku tamu dan tempat resepsionis serta kondisi bangunan yang layak. Sementara sejumlah penginapan yang ditolak itu tidak memenuhi syarat,” kata Husaini.

Husaini mengatakan pihaknya tidak memiliki wewenang untuk melakukan penegakan aturan dan penertiban bila ada penginapan tanpa izin beroperasi. Untuk memastikan adanya pelanggaran, aparat penegakan aturan daerah bisa berkoordinasi dengan KP2TSP.

Amiruddin, warga Bireuen mengatakan para tamu yang menginap di tempat penginapan liar rata-rata pedagang (sales) dari Medan, Sumatera Utara. Apalagi, kata dia, biaya sewa kamarnya lebih murah dibanding penginapan berizin.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply