Permintaan iPhone Meroket Saat Natal, Pasokan Aman

PASOKAN iPhone 5 dipastikan tidak akan mengalami kendala pada musim liburan Natal. Sebab, persediaan iPhone 5 sudah aman di sejumlah toko ponsel di seluruh Amerika Serikat.

Berdasarkan analis Gene Munster dari perusahaan pnvestasi Piper Jaffray, perangkat terbaru iPhone ini memiliki persediaan yang aman di Apple Store. "Saat konsumen masuk ke dalam Apple Store maka akan keluar membawa iPhone 5," kata Gene Munster, dilansir dari CNN.

iPhone 5 mulai dijual pada 14 September lalu. Di pekan pertamanya iPhone 5 langsung terjual 5 juta unit. Tapi, pada saat itu berkembang rumor soal masalah dalam persediaan perangkatnya.

Terlebih ketika ada pemogokan buruh di pabrik Foxconn, yang menjadi lokasi diproduksinya perangkat Apple. Chairman Foxconn, Terry Gou, mengatakan bahwa perangkat ini sulit diproduksi. "Waktu pembuatannya sedikit, tapi permintaan barang sangat besar," kata Terry Gou.

Jika kesimpulan dari Gene Munster benar, Apple dan perusahaan penyedia perangkat harus cepat menyelesaikan masalah ini pada bulan Desember. Gene Munster melakukan survei terhadap 20 Apple Store dan memeriksa persediaan iPhone 5 keluaran Verizon, Sprint dan AT&T. Apple Insider juga telah mengkonfirmasi ketersediaan iPhone 5 di Apple Store lokal akan aman.

Pada bulan ini, perusahaan investasi Piper Jaffray mengatakan bahwa dari 70 Apple store, persediaan iPhone 5 keluaran Verizon dan AT&T tidak terlalu banyak. Namun keluaran dari Sprint terbilang aman.

Perusahaan Piper Jaffray juga telah melakukan jajak pendapat dan menemukan bahwa permintaan untuk iPhone 5 sangat tinggi di Amerika Serikat. Hasilnya, 55 persen orang berencana untuk membeli smartphone iPhone 5, sisanya membeli merek lain.

Apple bukanlah satu-satunya produsen smartphone yang berjuang keras menjaga persedian produk barunya. Google dengan produk terbarunya Nexus 4 juga mengalami lonjakan pembelian yang tinggi.

Sejak dirilis pada 14 November lalu, Nexus 4 terjual habis hanya dalam waktu sehari di negara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat. Tapi Selasa kemarin, Google juga mengumumkan bahwa persediaan produk terbarunya aman untuk pembelian di musim liburan Natal.

Samsung Galaxy S III juga terjual sangat cepat di Amerika Serikat. Dari data Strategy Analytics, Samsung Galaxy S III adalah smartphone paling laris di dunia pada kuartal ketiga tahun 2012, dan untuk pertama kalinya mengalahkan posisi iPhone yang selalu berada pada posisi teratas dalam beberapa tahun.

Tapi perlombaan penjualan smartphone masih akan terjadi di tahun 2013. Sepertinya Natal hanya akan jadi garis start. | sumber: viva.co.id

  • Uncategorized

Leave a Reply