Perlu badan ad hoc semacam BRR untuk bangun kembali Gayo usai gempa?

INISIATOR Kelompok Kerja (Pokja) pemantauan rehab-rekon pasca gempa Gayo Hamdani menyambut baik penyaluran anggaran langsung melalui kelompok masyarakat. Namun untuk menyaring bantuan-bantuan rehab-rekon tersebut tetap diperlukan satu badan ad hoc semacam Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi atau BRR yang melibatkan langsung sumber daya lokal.

"Badan ad-hoc semacam BRR harus ada untuk rehab rekon Gayo ini sebagai pengontrolan, di samping aparat pusat harus percaya kepada sumber daya lokalnya," kata Hamdani ketika dihubungi ATJEHPOSTcom di Takengon pada Jumat 12 Juli 2013, terkait pernyataan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada media.

Dalam pelaksanaan rehab-rekon Gayo, kata dia, hendaknya tidak dilakukan oleh BNPB. Pasalnya BNPB dianggap tidak berpengalaman melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi. "Kalau BNPB yang melakukan rehab rekon kita yakin tidak selesai," ujar Hamdani.

Lembaga ad-hoc untuk membangun kembali Gayo cukup baik, apalagi banyak pihak membantu Gayo dalam rehabilitasi dan rekonstruksi ini.

Sebelumnya Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan kalau untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan, BNPB bersama Kementerian Keuangan akan membahas mekanisme pendanaannya. Dia juga mengatakan tidak perlu adanya badan sejenis BRR untuk membangun kembali dataran tinggi Gayo.[](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply