Peringati Mou Helsinki, Alumni Rimbawan STIK Gelar FGD

BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Rimbawan Alumni Sekolah Tinggi Kehutanan (RASTIK) Chik Pante Kulu menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) share informasi kehutanan di Kampus Kehutanan, Darussalam, Banda Aceh, Kamis, 16 Agustus 2012.

Acara ini dibuat untuk memperingati tujuh tahun kesepakatan MoU Helsinki dan dalam rangka menyongsong kebijakan pemberian wewenang kekuasaan kepada Aceh dalam pengelolaan kawasan hutannya.

Kebijakan ini juga merupakan janji pemerintahan Zaini Abdullah dalam merealisasikan salah satu butir-butir turunan perjanjian pemerintah Indonesia dengan Gam tujuh tahun silam.

“Kegiatan FGD dimaksud bertujuan untuk membentuk satu persepsi yang sama kepada para ribmawan yang saat ini sedang dalam tahap perjuangan di sidang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) maupun komisi pembahasan Rancangan Tata Ruang Wilayah Aceh (RTRWA),” ujar Ismed, Sekjen Rastik, melalui rilis yang diterima The Atjeh Post, Kamis, 16 Agustus 2012.

FGD ini dihadiri oleh seluruh anggota Rastik yang saat ini sudah bekerja di berbagai instansi pemerintahan maupun Lembaga Swadaya Masyarakat dan lainnya. Hasilnya berupa poin-poin penting terhadap penyusunan dan pembangunan sistem pengelolaan hutan Aceh yang berpola.

Hutan yang dimaksud diklasifikasikan dalam beberapa kelompok seperti hutan lindung, hutan konservasi dan hutan produksi yang akan dilakukan identifikasi maslah dan membentuk suatu resolusi menguntungkan bagi rakyat, pemerintah dan swasta.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply