Perempuan bekerja diklaim lebih bahagia

BEKERJA bisa menjadi sarana perempuan untuk mengaktualisasikan dirinya. Beragam pekerjaan bisa saja dilakukan perempuan, misalnya kerja kantoran, kerja paruh waktu, atau bahkan menjajal keuntungan sebagai reseller dan wirausaha.

Tupperware Brand sebagai perusahaan alat-alat rumah tangga, yang banyak memberdayakan perempuan untuk bekerja bersama dengan Global Fairness Initiative dan Deka Research, mengadakan sebuah survei untuk mengetahui dampak wirausaha terhadap perempuan.

"Sekarang ini perempuan ingin menjadi sosok yang mandiri dan tidak tergantung lagi pada suaminya. Ini merupakan bagian dari cara emansipasi dan kesetaraan gender," ungkap Hamila Gellman, Program Director Global Fairness Initiative, sebuah organisasi independent nirlaba yang berfokus untuk meningkatkan peluang ekonomi bagi perempuan wirausaha, saat pemaparan studi Tupperware Effect di Kempinski Ballroom Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2013) lalu.

Studi ini dilakukan terhadap 800 perempuan di enam kota besar di Indonesia, Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak dan Medan. Semua responden yang dipilih, sudah merintis karier di perusahaan perlengkapan makan ini, selama tiga tahun atau lebih.

Secara tidak langsung, penelitian ini ingin membuktikan bahwa setiap pekerjaan memiliki banyak manfaat bagi perempuan. Berdasarkan temuan utama studi ini, 99 persen responden ini mengaku bahwa kehidupan mereka membaik setelah mereka bekerja, minimal selama tiga tahun. Hal ini dikaitkan dengan meningkatnya status finansial, rasa percaya diri sebagai profesional dan ibu rumah tangga, serta penghargaan baik di rumah dan di tengah masyarakat.

Selain itu, studi ini juga mengungkapkan bahwa pekerjaan juga memberikan perempuan beberapa dampak positif dalam kehidupannya.

1. Dampak finansial:
Lewat bekerja, perempuan mengaku bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarganya. Hampir semua perempuan pekerja (97 persen), merasakan perubahan positif dalam kondisi keuangan. Hampir setengahnya (47 persen), dapat mendukung suami secara finansial dan menambah penghasilan rumah tangga.

2. Dampak profesional:
Sekitar 48 persen dari responden menyebutkan bahwa bekerja bisa mendorong mereka semakin bertekad mencapai tujuan. Selain itu 42 persen lainnya, mengungkapkan bahwa mereka jadi mampu memecahkan masalah dengan lebih baik.

3. Dampak pribadi:
Hampir setengah dari responden merasa bahwa mereka lebih dikagumi dan dihargai di rumah (45 persen) dan menjadi panutan bagi anak-anak mereka (49 persen). Dengan bekerja, perempuan dianggap punya pengetahuan yang lebih luas, sehingga mereka bisa dipercaya menjadi seorang pengambil keputusan di rumah.

4. Dampak sosial:
Sekitar 57 persen perempuan responden ini, mengatakan bahwa bekerja telah memberi mereka peluang untuk mengubah kehidupan sesama agar menjadi lebih baik.

"Salah satu kehebatan perempuan Indonesia adalah mereka sukses bukan hanya untuk diri sendiri. Ketika mereka sukses dalam pekerjaannya, mereka juga akan membantu perempuan lain di sekitarnya untuk sukses," ungkap Rickk Goings, Chairman dan CEO Tupperware Brands. | sumber : kompas

  • Uncategorized

Leave a Reply