Penurunan bendera bulan bintang di Aceh Utara diwarnai letusan senjata api

PENURUNAN bendera bintang bulan di Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Minggu dinihari, 4 Agustus 2013, dilaporkan diwarnai letusan senjata api sekitar tiga kali. Diduga tembakan ke udara tersebut dilakukan oleh aparat keamanan. Selain itu juga terjadi kekerasan terhadap warga di dua lokasi terpisah.

Informasi diperoleh ATJEHPOSTcom menyebutkan, penurunan bendera bintang bulan usai salat tarawih mulanya berjalan lancar dalam suasana kondusif. Sebab sudah ada koordinasi pihak Muspika Tanah Jambo Aye dengan jajaran Partai Aceh, Komite Peralihan Aceh dan tokoh masyarakat setempat.

“Bahkan anggota KPA ikut menurunkan puluhan bendera bintang bulan karena sudah ada koordinasi dengan pihak Muspika Tanah Jambo Aye,” kata salah seorang warga Pantonlabu dibenarkan sejumlah warga lainnya.

Tiba-tiba, kata warga itu, massa berkumpul di Simpang Empat Pantonlabu ketika mengetahui tim aparat keamanan ingin menurunkan bendera bintang bulan di lokasi itu. Massa tidak mengizinkan penurunan bendera bintang bulan di Simpang Empat Pantonlabu karena aparat keamanan diduga telah menurunkan satu bendera Partai Aceh berukuran besar di depan meunasah Desa Matang Drien, Kecamatan Tanah Jambo Aye.

“Di lokasi itu terjadi cek cok hingga negosiasi, boleh turunkan bendera bintang bulan di Simpang Empat Pantonlabu dengan syarat harus dinaikkan kembali bendera PA yang telah diturunkan depan meunasah Matang Drien,” kata sumber tersebut. Informasi tentang itu juga dibenarkan Sekretaris Partai Aceh Tanah Jambo Aye, Razali Juned kepada ATJEHPOSTcom.

Saat dikibarkan kembali bendera PA di depan meunasah Matang Drien, kata sejumlah sumber, tiba-tiba muncul tim aparat keamanan berpakaian preman dan bersenjata laras panjang maupun laras pendek. Tim aparat keamanan tersebut, kabarnya langsung membubarkan massa sambil mengokang senjata.

Selain itu terjadi kekerasan terhadap salah seorang warga bernama Reja. Ia ditendang di bagian punggung saat berada di lokasi tersebut, sekitar pukul 00.00 WIB. Kepada ATJEHPOSTcom, Reja membenarkan mengalami perlakuan kasar dari oknum aparat. “Saya ditendang di punggung,” katanya.

Tim aparat keamanan tersebut kemudian bergerak ke terminal Pantonlabu. Di lokasi ini, kata warga, muncul letusan senjata api sekitar tiga kali yang diduga ditembakkan ke udara oleh aparat keamanan saat membubarkan warga yang menyaksikan penurunan bendera bintang bulan. Juga terjadi pemukulan terhadap seorang agen angkutan umum di terminal itu, Lukman alias Dorce, Minggu dinihari.

“Aparat keamanan ingin membawa Dorce, tapi kemudian kami berkoordinasi dengan pihak Muspika Tanah Jambo Aye agar masalah ini bisa diselesaikan di terimal Pantonlabu, akhirnya Dorce tidak dibawa ke kantor polisi, setelah itu semua membubarkan diri,” kata Razali Juned.

Razali Juned menyesalkan tindakan arogansi oknum aparat terhadap warga. Padahal, kata dia, awalnya proses penurunan bendera bintang bulan oleh pihak Muspika Tanah Jambo Aye berlangsung dalam suasana kondusif.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply