Penulis Buku Ini Nyatakan Kesiapan Maju Sebagai Balon Wali Kota Banda Aceh

Penulis Buku Ini Nyatakan Kesiapan Maju Sebagai Balon Wali Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Penulis buku Aceh 2025 dan aktivis kebudayaan, Thayeb Loh Angen, menyatakan siap maju jadi Wali Kota Banda Aceh untuk periode 2017-2022.

Hal tersebut dikarenakan ia menilai belum ada para ahli yang berani mengambil risiko untuk mengembalikan kegemilangan kota yang pernah menjadi pusat peradaban di Asia Tenggara tersebut.

“Saya dan tim memiliki program untuk memajukan kota ini. Kita akan serahkan pembangunan Banda Aceh kepada para ahli dari berbagai kalangan seperti akademisi, ulama, aktivis, universitas, dan peneliti. Kita akan berkerjasama dengan berbagai universitas,” kata Thayeb dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi portalsatu.com, Minggu 2 Agustus 2015.

Thayeb menyatakan, sebagai wali kota -apabila dipercayakan kelak- dirinya akan bertindak sebagai pengawas agar Banda Aceh bisa tertata sebagaimana mestinya. Penerapan syariat Islam di kota Banda Aceh, sebagai ibukota Aceh yang memberlakukan syariat Islam, sampai saat ini baru sebatas slogan tanpa wujud dan tanpa bentuk.

“Seorang pemimpin harus punya karakter kuat. Ia bukanlah orang paling cerdas, akan tetapi orang yang mampu melindungi semua golongan. Ia bisa memanfaatkan semua sumber daya manusia untuk membangun wilayah yang dipimpinnya,” kata Thayeb.

Tugas wali kota, kata Thayeb, bukan untuk menebar pesona di baliho dan mengeluarkan statemen di media massa lalu jalan-jalan keluar kota.

Thayeb dalam rilisnya juga mempertanyakan kalimat ‘Banda Aceh Model Kota Madani’ yang dikampanyekan wali kota sekarang. Ia menilai kalimat tersebut masih dalam susunan kata tanpa wujud di Banda Aceh.

“Sudah 5 tahun, penerapan syariat Islam dimaknai dengan tangkap dan periksa terus-menerus tanpa adanya kebijakan permanen yang menghargai sisi kemanusian dan harapan umat Islam. Nabi Muhammad SAW diutus untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam,” kata Thayeb.

Selain itu, Thayeb mempertanyakan taman hijau kota yang dibuat dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Banda Aceh seperti Taman Hijau Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, dibiarkan terbengkalai. Thayeb mengatakan, masih banyak lagi masalah di kota tersebut. Untuk memberikan solusi, ia dan timnya bersedia bertarung dan menyingkap lengan baju demi menata Banda Aceh.

“Sudah ada beberapa Ormas Islam dan organisasi umum yang mendukung rencana ini. Kakek buyut saya ikut membangun kota ini di masa silam, saya akan meneruskannya, insya Allah. Kita percaya hanya yang ditakdirkan Allah Ta’ala sajalah yang terjadi,” kata Thayeb.

Leave a Reply