Pentingnya Air Minum saat Demonstrasi

Berjalan kaki, berteriak, dan bernyanyi merupakan sebagian aktivitas kala unjuk rasa. Meski terkesan menyehatkan, hati-hati demostrasi juga membawa berdampak negatif terhadap kesehatan. Para demonstran yang turun ke jalan bisa mengalami dehidrasi baik berupa kekurangan cairan maupun elektrolit.

Oleh karena itu bagi para demonstran yang berjalan kaki, berteriak, atau bernyanyi harus tetap menjaga tubuh agar tidak kekurangan cairan. Apalagi bila demonstrasi dilakukan pada saat cuaca terik seperti di Jakarta, para demonstran akan berkeringat dan bisa kekurangan dan elektrolit. Kondisi dehidrasi juga akan membuat orang yang mengalami dehidrasi tersebut lebih sensitif dan emosinya menjadi tidak terkendali. Selain itu dehidrasi juga bisa membuat seseorang susah berpikir jernih.

Menurut praktisi kesehatan Dr Ari Fahrial Syam, orang yang mengalami dehidrasi akan mengalami pusing. Jika kondisi dehidrasi bertambah berat, bisa menyebabkan fatal sampai pingsan dan menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dehidrasi harus dicegah terjadi bagi para pendemo.

Selain itu karena pada para demonstran akan berteriak saat melakukan demonstrasi, tenggorok mereka bisa kering. Perlu minum yang cukup dan diusahakan jangan minum yang dingin.

Upaya mencegah terjadinya dehidrasi sebenarnya bukan saja untuk para demonstran melainkan juga untuk para petugas yang sedang menjalani tugas mengamankan aksi demonstrasi. Upaya simpatik dapat dilakukan dari kedua belah pihak baik dari para pendemo maupun petugas untuk saling berbagi minuman.

Pada akhirnya tentu kita berharap bahwa demonstrasi yang dilakukan berjalan damai dan bagi para demonstran dan petugas tetap menjaga kesehatan dengan memperhatikan minumnya agar tidak terjadinya dehidrasi.|Sumber: mediaindonesia

  • Uncategorized

Leave a Reply