Penjabat Bupati Aceh Tengah: Mahasiswa Harus Tampil Beda Usai Kuliah Pengabdian Masyarakat

TAKENGON – Mahasiswa diharapkan mampu tampil beda usai mengambil Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Melalui KPM pula diharapkan para mahasiswa mendapatkan pengalaman terhadap situasi nyata terutama ketika dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan yang dialami oleh masyarakat.

Hal itu dikatakan Penjabat Bupati Aceh Tengah, Mohd Tanwier, saat menyambut Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam usai mengikuti KPM ke-19 di halaman Setdakab setempat, Kamis pagi, 28 Juni 2012.

Kata Tanwier, pengalaman KPM tersebut dapat membuat mahasiswa secara pribadi maupun institusi menyadari besarnya manfaat yang didapat selama bergaul dengan masyarakat. Hal itu, kata Tanwier, juga diharapkan mampu merubah cara pandang mahasiswa terhadap kehidupan masyarakat dengan kebutuhannya yang sangat kompleks.

Perbedaan yang harus ada dalam diri mahasiswa, seperti dimaksud Tanwier adalah bagaimana menyikapi keberadaan mereka sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu melahirkan ide dan gagasan, serta menghasilkan kemanfaatan yang besar bagi masyarakat.

"Masyarakat merupakan universitas terbesar. Juga menjadi tempat untuk menimba ilmu yang tidak pernah berakhir seiring dengan dinamika yang terjadi," ujar Tanwier.

Ia yakin, selama mahasiswa bergaul dengan masyarakat banyak hal yang terjadi di luar konteks teori perkuliahan. Sehingga, kata Tanwier, situasi sulit tersebut biasanya akan mampu menghadirkan inovasi dan kreativitas yang memberikan solusi serta pemecahan masalah.

Seperti diberitakan sebelumnya, STAI gajah Putih Takengon mengirimkan 604 mahasiswa peserta KPM yang disebar di empat kabupaten, yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. KPM tersebut merupakan syarat akhir mahasiswa untuk mencapai gelar sarjana.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply