Pengacara Irjen Djoko marah, KPK dituding acak-acak mantan Putri Solo

PENGACARA tersangka kasus simulator SIM Irjen Djoko Susilo mengaku heran terhadap KPK. Terutama soal pencekalan yang ditujukan pada istri Djoko Susilo, Dipta Anindita, yang tak lain adalah mantan Putro Solo 2008.

"Ini saja kasus pak DS belum tuntas, tuntaskan dulu jangan pembentukan opini mengindahkan substansi hukum. Kita saja belum tahu perkembangan persidangan DS kapan? Kenapa KPK acak-acak yang lain," tutur Pengacara Djoko Susilo, Juniver Girsang kepada merdeka.com lewat telepon, Senin (4/2).

Ketika ditanyakan apakah memang benar Dipta terkait dengan kasus pencucian uang sang Jendral, Juniver mengaku belum tahu. Begitu pun saat dikonfirmasi keberadaan mantan putri Solo tersebut.

"Sampai sekarang pernyataan seperti itu belum pernah ditanyakan (ke DS) oleh karenanya tentu kami akan konfirmasi dulu supaya tidak simpang siur mengenai berita istri dan hubungan dengan kasus," lanjut Juniver.

Nama Putri Solo 2008, Dipta Anindita, tiba-tiba saja jadi perbincangan hangat. Bukan karena prestasinya mempromosikan kawasan wisata di Solo melainkan karena dicegah oleh Imigrasi atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia memang bukan sedang menjadi tersangka kasus korupsi. Namun Dipta diduga turut menerima aliran dana dari seorang tersangka korupsi.

Dipta dicegah untuk tersangka kasus korupsi pengadaan Simulator SIM di Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo. Tidak jelas seperti apa hubungan gadis cantik itu dengan sang Jenderal Korps Bhayangkara.

Selama kasus ini bergulir sejak Agustus 2012 lalu, nama Dipta tak pernah tersebut. Sekalinya muncul bahkan KPK mengaku telah meminta keterangan Dipta atas kekayaan Irjen Djoko yang diduga sebagai suaminya. Besar kemungkinan Djoko menyamarkan harta hasil tindak pidana korupsi yang dilakukan dengan cara menyembunyikannya di rekening istrinya. | sumber: merdeka.com

  • Uncategorized

Leave a Reply