Penembakan di Papua Semakin Menjadi, Presiden Diminta Bertindak

PAPUA-Lembaga Swadaya Masyarakat pemerhati Hak Asasi Manusia, Imparsial, meminta Presiden melindungi dan bertanggung jawab atas keselamatan rakyat di bumi Papua.

Kekhawatiran akan keamanan di Papua terus meningkat karena kasus penembakan misterius di sana tidak juga berakhir. Terakhir, Tri Suruno, 35, ditembak mati di depan kampus Universitas Cendrawasih, Abepura, Papua, Minggu 10 Juni 2012 pukul 21.15 WIT.

“Tindakan pembunuhan misterius yang memakan nyawa korban tak berdosa harus segera dihentikan. Presiden SBY bertanggung jawab terhadap perlindungan dan keselamatan nyawa rakyat di Papua,” kata Direktur Eksekutif Imparsial, Poengki Indartis, Senin 11 Juni 2012.

Menurutnya, Presiden harus segera turun tangan dengan memangggil jajarannya di bidang keamanan. “SBY harus segera panggil Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, Mendagri, serta pejabat terkait di Papua seperti pejabat Gubernur, Kapolda, dan Pangdam,” ujar Poengki.

Lebih lanjut, ia menduga ketiadaan gubernur definitif di Papua diindikasikan membuat pergerakan pasukan tidak terkontrol di Papua. “Situasi seperti ini tidak bisa dibiarkan,” ucapnya.

Imparsial juga menduga situasi rawan di Papua belakangan ini ada kaitannya dengan proses Pemilihan Gubernur Papua yang saat ini sedang berjalan. “Kami menduga ini aksi pra-kondisi sebelum pemilukada, mengingat aksi serupa dulu juga berlangsung di Aceh menjelang pemilukada,” kata Poengki.

Imparsial mengimbau Presiden segera menyiapkan dialog Jakarta-Papua untuk mengetahui persoalan Papua yang sebenarnya dan mencari solusi atas itu.

Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, menyatakan pemerintah akan mengambil tindakan tegas atas kelompok pengacau di Papua agar aksi teror di Papua tidak terus-menerus sendiri. | sumber:viva

  • Uncategorized

Leave a Reply