Penambang Minyak Mentah di Ranto Peureulak Curhat ke DPR Aceh

RATUSAN penambang minyak tradisional yang selama ini mengeksploitasi minyak mentah di kawasan Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, curhat kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky.

Iskandar meninjau langsung  aktivitas pengeboran minyak di kawasan Mata Ie, Ranto Peureulak, Rabu 10 Desember 2014.

Politisi Partai Aceh ini didampingi sejumlah anggota KPA/PA setempat dengan menggunakan 4 mobil minibus menuju ke atas perbukitan lokasi pengeboran minyak di kawasan Mata Ie.

Sesampai di sana anggota DPRA ini disambut hangat oleh warga yang bekerja mengebor minyak.

"Mohon Bapak sebagai wakil kami memperjuangkan hak-hak kami rakyat ini," ucap Damhuri yang juga mantan kombatan GAM.

Damhuri meminta Iskandar untuk memperjuangkan kegiatan ekploitasi minyak mentah di kawasan Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

“Ini kami lakukan untuk menghidupi keluarga. Sementara kegiatan lain yang menghasilkan uang belum ada,” ujar penambang lainnya.

Terkait hal ini, Iskandar Usman, mengatakan telah berusaha semaksimal mungkin dan akan memperjuangkan agar aktivitas warga berjalan normal.

Iskandar juga berpesan agar pekerja tidak merokok atau menyalakan sumber api di dekat sumur sehingga membahayakan pekerja sendiri.

Sebelumnya, kata Iskandar, dirinya sudah pernah meminta eksekutif Aceh untuk membina penambang dan mendorong pembentukan koperasi atau wadah penambang sehingga mudah untuk dibina melalui dinas Disperindag Kop dan UKM.

"Kepada Gubernur Zaini agar dalam rapat Forkopimda untuk melibatkan anggota dari Dapil yang masalah sedang di bahas dalam forum tersebut. Karena anggota dewan dari Dapil yang bersangkutan yang tahu masalah. Di mana nantinya kebijakan akan tepat tidak menimbulkan polemik seperti kasus emas Geumpang," ujar Iskandar.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply