Pemuda Lamno minta penegak hukum periksa panitia PKA Aceh Jaya

PERKUMPULAN Pemuda Lamno Daya meminta panitia Pekan kebudayaan Aceh (PKA) Kabupaten Aceh Jaya agar transparan dalam penggunaan dana sebesar Rp1,7 miliar. Pasalnya mereka menduga besaran dana tersebut tidak sesuai dengan materi dan produksi keperluan sebagai peserta PKA ke-6.

"Pembangunan anjungan saja tidak sesuai dengan petunjuk teknis," ujar Ipen LD, Koordinator Pemuda Lamno Daya kepada ATJEHPOSTcom di Banda Aceh, Senin 7 Oktober 2013.

Disebutkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya yang mengalokasi anggaran PKA-6 sebesar Rp1,7 miliar telah melakukan kegiatan kebudayaan yang jauh dari harapan masyarakat. Kabupaten tersebut juga tidak memiliki visi menang.

"Dalam masalah ini kami minta penegak hukum memeriksa penggunaan anggaran tersebut karena selain tidak bermanfaat juga sangat merugikan masyarakat yang lagi panceklik," katanya.

Untuk itu, kata dia, ke depan kalau menggunakan anggaran besar untuk kebudayaan terlebih dahulu harus ada pembinaan pada pelaku adat, seni, dan budaya agar bisa maksimal.

"Panitia PKA Aceh Jaya perlu dipertanyakan pola kerja penggunaan anggaran sebesar itu dan seberapa besar memberi pengaruh pada pelaku budaya di Aceh Jaya," katanya. [](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply