Pemuda Aceh kembangkan kreativitas Art Paper Caricature

MENGUTIP ungkapan dari Linus Pauling, cara paling bagus untuk ide yang cemerlang adalah memiliki ide sebanyak mungkin. Itulah yang tergambar pada sosok muda kreatif, Aditya Fitrianto, mahasiswa Tekhnik Elektro Unsyiah yang menggabungkan seni menggunting kertas, lukis, serta karikatur. Seni kreatif ini ia namai paper art caricature.

“Menurut saya art paper caricature seperti seni mengukir dan memotong kertas dalam bentuk karikatur. Kalau sekarang ini kebanyakan cuma ukiran kertas atau bunga-bunga. Tapi saya mencoba memasukkan unsur komedi sehingga nggak bosan untuk dilihat terus,” ujarnya kepada ATJEHPOSTcom Senin, 26 Agustus 2013.

Sekilas hasil kreativitas ini menyerupai seni scrapbook. Tampilannya membentuk 3D dengan bagian gambar yang timbul di beberapa sudut. Ia tampak kontras dengan latar mencolok di bagian belakang.

Ada wajah yang diprint dalam bentuk foto dengan bentuk badan mengecil selayaknya karikatur. Latar biasanya dilukis dengan cat crayon dengan background pendukung hingga memunculkan lukisan karikatur 3D.

Adit mengaku menyukai seni ini sejak duduk di bangku SMA. Ia terinspirasi dengan Ibunya yang saat itu membantu membuatkan daftar pelajaran sekolah.

“Sewaktu itu Ibu membantu kakak buatin daftar pelajaran. Bentuknya pohon apel, trus buah apelnya timbul yang direkatkan dengan gabus. Dari situ saya tertarik untuk buat  dengan bentuk berbeda,”

Bahan yang digunakan pun cukup sederhana. Hanya bermodalkan kertas karton, crayon, spidol warna, cat, serta kreativitas dalam membentuk konsep gambar. Ia membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 1 hingga 3 hari.

“Paling rumit sewaktu gambar dengan proses memotongnya,” ujar Adit yang di rumahnya juga membuat foto keluarga dari paper art caricature.

Ternyata hal ini membawa berkah. Banyak tamu-tamu yang berkunjung ke rumahnya meminta dibuatkan hal yang sama. Kreativitas yang awalnya hobipun kini mendatangkan keuntungan. Bahkan Adit mengaku menerima tawaran bekerjasama dari outlet photography ternama di Banda Aceh.

"Ada juga pesanan dari pasangan yang ingin menikah untuk foto pre wedding mereka. Mungkin udah bosan dan monoton dengan tampilan foto pre wedding yang itu-itu aja," kata Adit yang kini mulai mempromosikan kreativitas di akun facebook Aditya Fitrianto.

Harga yang dipatok pun beragam sesuai dengan kesulitan gambar dan ukurannya. Biasanya ia mematok harga berkisar Rp 300 hingga Rp 500 ribu lengkap dengan bingkai.

“Kalau nggak berbingkai sekitar Rp 200 sampai Rp 300 ribu,” katanya.

Ia mengaku banyak mendapat tanggapan positif dari hasil kerjanya. Sebab selain dijadikan foto, bisa juga mempercantik ruangan dan menghibur.[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply