Pemkot Lhokseumawe Tagih Rp1,6 Miliar dari BPR Sabee Meusampee

PEMERINTAH Kota Lhokseumawe telah memberikan dana Rp4 miliar kepada PT. Bank Perkreditan Rakyat Sabee Meusampee tahun 2003 dan 2004. Uang tersebut dikucurkan untuk program dana bergulir Pemberdayaan Ekonomi Rakyat.

“Yang sudah dikembalikan 1.250.000.000 (Rp1,250 miliar) dengan cara dicicil 50 juta per bulan atau sudah dicicil 25 kali,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Lhokseumawe, T. Adnan saat dihubungi atjehpost.com, lewat telpon seluler, tadi sekitar pukul 16.10 WIB, Selasa, 1 April 2014.

Menurut Adnan, Pemkot Lhokseumawe hanya menagih Rp1,6 miliar dari Rp4 miliar yang diberikan kepada BPR Sabee Meusampee. Sebab, kata dia, berdasarkan laporan pertanggungjawaban keuangan dari BPR hanya Rp1,6 miliar yang lancar pengembalian kredit oleh masyarakat.

“Jadi 350 juta lagi yang belum dikembalikan oleh BPR ke kita dari 1,6 miliar dana kredit yang lancar itu,” ujar Adnan.

Sedangkan Rp2,4 miliar lagi, kata Adnan, berakhir dengan kredit macet. “Tidak dikembalikan oleh masyarakat kepada BPR,” katanya.

Ditanya bagaimana pihaknya mengetahui hal itu, Adnan mengatakan, “berdasarkan laporan pertanggungjawaban BPR tentang penyaluran dana PER itu.”

Lantas, siapa yang bertanggung jawab terhadap kredit macet tersebut? “Kek mana kita bilang ya,” kata Adnan.

Masyarakat geu cok kredit, han ek bayeu le, kiban ta peugoet nyan (masyarakat mengambil kredit, tidak mampu mengembalikan lagi, bagaimana kita buat itu),” ujar dia lagi.[](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply