Pemko Lhokseumawe Boikot Pengapalan Terakhir LNG Arun

PEMERINTAH Kota Lhokseumawe memboikot pengapalan gas alam cair (LNG) terakhir dari PT Arun ke Korea Selatan, Rabu, 15 Oktober 2014. Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya meminta seluruh jajarannya tidak menghadiri seremoni pengapalan terakhir LNG Arun itu.

Pernyataan boikot tersebut dilansir melalui situs resmi Pemko Lhokseumawe pada 15 Oktober 2014 dengan judul “PEMERINTAH KOTA LHOKSEUMAWE MEMBOIKOT PENGAPALAN TERAKHIR PT.ARUN LNG”.

Berikut keterangan dilansir laman www.lhokseumawekota.go.id terkait aksi boikot tersebut:  

Pemerintah Kota Lhokseumawe memboikot pengapalan terakhir PT. Arun LNG ke Korea Selatan pada hari Rabu 15 Oktober 2014 di pelabuhan khusus Blang Lancang Lhokseumawe.

Dalam hal ini Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya mengajak seluruh jajarannya supaya tidak bersedia menghadiri pada pengapalan terakhir dikarenakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Pertamina tidak melibatkan Pemerintah Aceh serta Kota Lhokseumawe dalam rencana pengembangan Kilang Arun ke depan.[]

Baca juga:
Arun, Diboikot dari Era Hasan Tiro Hingga Upacara Kematiannya

  • Uncategorized

Leave a Reply