Pemerintah Aceh diminta perhatikan FOBA

ASRAMA mahasiswa Aceh di Jakarta adalah tempat perkumpulan mahasiswa Aceh yang ada di Jakarta. Berdiri pada tahun 1962 berlokasikan di Jalan Setiabudi Barat No. 1 Kelurahan Karet, Kecamatan Setia Budi-Jakarta Selatan.

Pertama kali asrama FOBA berada di wilayah senayan yaitu yang telah menjadi komplek gelora Bung Karno sekarang. Karena terjadi perluasan untuk menyambut Asian Game IV pada tahun 1960, maka asrama FOBA dipindahkan ke wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kemudian daerah tersebut dibangun Hotel Indonesia tahun 1962, asrama FOBA di pindahkan lagi ke wilayah Setia Budi Barat No.i, Kelurahan Karet, Kecamatan setia Budi-Jakarta Selatan. Asrama mahasiswa FOBA telah melahirkan ribuan alumni, dalam catatan terdapat nama-nama besar seperti Ibrahim Hasan (Mantan Gubernur Aceh 2 Periode) Syamsuddin Mahmud (mantan Gubernur Aceh), Mustafa Abubakar (mantan Penjabat Gubernur Aceh dan Menteri BUMN), Sofyan Jalil (mantan Menteri BUMN) dan banyak nama-nama lain yang sukses di pemerintahan dan swasta.

Senin, 17 Februari 2013 kemarin mengadakan pelantikan  kepengurusan baru dengan Presiden terpilih Saudara Mawardi Nur periode satu tahun ke depan 2013-2014.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 s/d 14.00 wib tersebut berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun dan dihadiri sekitar seratusan mahasiswa Aceh se-pulau Jawa. Yang berasal dari berbagai universitas di pulau Jawa.

Sebagai ketua terpilih ia melihat kendala besar yang dihadapi FOBA saat ini adalah kurangnya perhatian dari pihak pemerintah Aceh, terutama dalam menyediakan fasilitas pendukung seperti sarana dan prasarana  yang layak bagi mahasiswa, sehingga pihak pengurus foba mengalami kesulitan dalam meningkatkan program-pogram yang bersifat menunjang kreatifitas dan inovatif mahasiswa dalam masa pendidikanya.

Ardi yang menjadi sapaan akrab di sekitar asrama FOBA, salah satu mahasiswa Universitas Trisakti Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen ini melalui visi-misi di masa kepengurusannya 2013-2014; “Melahirkan generasi intelektual Aceh yang peduli terhadap masa depan bangsa Aceh” ingin membuat FOBA lebih aktif terutama dalam berbagai macam kegiatan yang bersifat kemahasiswaan.

Menurut pandanganya banyak mahasiswa Aceh sekarang di Jakarta yang berbakat dan harus dibina secara berkelanjutan. Agar meraka yang berbakat ini ke depan setelah menyelesaikan studynya di Jakarta dapat mengimplementasikan ilmunya di Aceh. Namun semua itu terkendala diakibatkan kurangnya sarana dan prasarana pendukung belum memadai. Ia menyadari semua itu tidak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan kerjasama dari semua pihak terutama pemerintah Aceh dan alumni mahasiswa Aceh yang tersebar di seluruh daerah di indonesia.

Untuk mewujudkan hal tersebut peran pemerintah Aceh dan kerjasama dengan para alumni merupakan salah satu unsur pokok yang sangat penting untuk dibangun. Dengan harapan mereka para mahasiswa Aceh ini bisa menjadi asset berharga untuk daerah Aceh di masa yang akan datang dan membawa Aceh untuk mampu bersaing di tingkat international. Dengan tujuan agar generasi Aceh ke depan memiliki intelektual dan peka terhadap kondisi sosial di Aceh sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan Aceh dimasa yang akan datang.[]

 

*Mawardi Nur

Presiden Mahasiswa Aceh FOBA

  • Uncategorized

Leave a Reply