Pembahasan nasib perusahaan daerah Simeulue berujung ricuh

PEMBAHASAN nasib Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue atau PDKS di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat berujung ricuh, Jumat, 24 Mei 2013. Pengunjung saling menghujat dan baku hantam namun berhasil direlai oleh keamanan dan pejabat setempat.

Kekacauan tersebut berawal dari tanggapan mantan Bupati Simeulue Darmili yang diberikan kesempatan oleh pimpinan sidang, Ketua DPRK Simeulue H Aryauddin. Saat menyampaikan pendapatnya, Darmili meminta agar PDKS Simeulue tidak diswastanisasi oleh pemerintah daerah setempat.

Pendapat Darmili ini mendapat cemoohan sejumlah pengunjung. Merasa kesal, Darmili menyebut kurang ajar kepada sebagian forum yang menentang pendapatnya. Tidak terima dimarahi seperti itu, salah satu pengunjung yang dibentak membalas cacian Darmili.

Merasa kesal akhirnya Darmili keluar dari sidang pembahasan dan tidak mau lagi mendengar penjelasan pemerintah daerah. Dia sama sekali tidak menggubris permintaan pimpinan sidang H Aryauddin yang meminta Darmili tetap di dalam ruangan.

Suasana semakin memanas dan saling bentak antara kedua pendukung semakin meruncing yang berakhir dengan saling pukul. Beberapa pejabat dan pihak keamanan segera melerai sehingga kisruh itu tidak meluas.

Pembahasan yang dimulai pukul 10.00 Wib tersebut tidak bisa dilanjutkan meski suasana mulai kondusif. Pimpinan sidang menunda pembahasan nasib PDKS tersebut dan mengatakan akan kembali dilanjutkan usai salat Jumat, siang ini. Hadir dalam pembahasan tersebut Bupati Riswan NS, Wakil Bupati Hasrul Edyar, Ketua DPRK H Aryauddin, konsultan, beberapa anggota DPRK Simeulue serta pejabat daerah lainnya. [](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply