Pelamar CPNS Tak Bisa Input NIK, Gamawan Fauzi Ogah Disalahkan

Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak bisa diinput pelamar CPNS pada laman panitia seleksi nasional, menurut Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi bukan karena kesalahan pada Kartu Tanda Penduduk.

Mengutip JPNN, apalagi jika KTP yang digunakan sudah dalam bentuk KTP Elektronik. Pasalnya, perekaman e-KTP sudah sangat canggih yang dilengkapi dengan iris mata dan sidik jari. Mendagri menilai tidak mungki terjadi kesalahan seperti yang dikeluhkan pelamar dengan alasan NIK sudah digunakan orang lain.

"Kalau KTP-nya enggak mungkin, enggak mungkin double, itu mungkin (kesalahan-red) teknologi di Kemenpan-RB (Kementerian pendayagunaan aparatur negara-red)," ujarnya di Jakarta, Selasa, 23 September 2014 sebagaimana dilansir JPNN.

Menurut Mendagri, setiap orang memiliki NIK berbeda-beda saat proses pembuatan e-KTP. Artinya, jika seseorang sudah merekam e-KTP, otomatis memiliki NIK sendiri. Dan ketika orang lain melakukan perekaman yang sama, tidak bisa dimiliki NIK yang sudah diterbitkan, atau yang sudah dimiliki NIK yang sudah diterbitkan sebelumnya. Karena itu sangat tidak mungkin ada NIK ganda.

Meski begitu Gamawan tidak ingin berpolemik terlalu jauh. Jika panselnas CPNS mengalami kesulitan, ia meminta agar segera melaporkannya ke Kemendagri.

"Kalau di Panselnas ada masalah (soal NIK) langsung dilaporkan ke Kemendagri. Tapi sekali lagi, kalau (NIK) di KTP itu sudah benar. KTP enggak bisa dua, kalau double sistem kita itu otomatis langsung menolak," katanya.

Saat ditanya apakah sudah ada pengaduan dari Panselnas terkait kesulitan pengaksesan data kependudukan, Gamawan mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan. "Saya belum ada menerima laporan apa-apa tentang hal tersebut," katanya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply