Pedagang Resah, Maksiat Merajalela di Pasar Pagi Peuniti

AKSI mabuk-mabukkan dan judi di pasar pagi Peuniti kian meresahkan warga dan pedagang setempat. Hal ini telah berlangsung lama sebelum pasar tersebut dibongkar.

"Pemerintah Kota Banda Aceh harus segera mengambil sikap tentang persoalan tersebut agar aktivitas pasar berjalan dengan baik dan masyarakat di Gampong Peuniti juga bisa nyaman," ujar Ketua Persatuan Persaudaraan Pedagang Pasar Aceh, Muzakkir Reza Pahlevi melalui siaran persnya kepada ATJEHPOST.co.

Persatuan Pedagang Aceh telah melaporkan aktivitas tersebut kepada pihak berwenang. Namun, katanya, tidak ditanggulangi dengan baik bahkan maksiat semakin merajalela usai pembangunan pasar.

"Untuk masalah keterlibatan pemuda gampong dalam pengelolaan pasar, P4A sudah sepakat dari dulu. Malah program keterlibatan perangkat desa, P4A sudah mengajukan kepada pemerintah, DPRK termasuk Disperindagkop Kota Banda Aceh. Namun kami tidak mengerti kenapa program keterlibatan perangkat desa seperti pemuda gampong dalam pengelolaan pasar tidak berjalan maksimal," katanya.

Ia mengatakan dibutuhkan peran serta pemuda gampong maupun perangkat desa dalam pengelolaan pasar-pasar yang ada di Banda Aceh termasuk penataan PKL. Pasalnya, kata dia, gampong juga mempunyai hak untuk mengatur wilayah sendiri seperti PKL atau pasar tradisional.

Hal ini diperlukan agar wilayah gampong tertib dan bersih. Muzakkir berpendapat dengan keterlibatan gampong dalam pengelolaan pasar maka gampong pun bisa membuat aturan, seperti tidak boleh berjualan di jalan atau di depan pasar.

"Hal ini bisa membantu pemerintah dalam penataan PKL maupun penataan pasar tradisional agar terlihat tertib dan aman. Kami berharap agar Wali Kota Banda Aceh bisa mengambil kebijakan mengenai hal ini, dan hal ini sangat bermamfaat. Jadi semua komponen masyarakat termasuk ormas mapun TNI Polri terlibat dalam penataan kota," katanya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply