Pedagang Aceh Utara Akui Krisis Pupuk

KABUPATEN Aceh Utara mengalami krisis pupuk. Sejumlah petani pun terhambat turun ke sawah. Kelangkaan terjadi di tingkat petani hingga pedagang.

Seorang pedagang pupuk di Keude Krueng, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Samsol Bahri, 50 tahun, mengatakan kelangkaan pupuk baik urea dan NPK sudah terjadi sejak tiga Minggu terakhir.

"Petani pun banyak yang hendak membeli pupuk. Namun stoknya kosong. Kita perkirakan sekitar Januari mendatang nanti baru masuk. Sekarang memang lagi kosong. Kita rasa di tempat lain juga sama," katanya.

"Kelangkaan ini akibat minim pasokan dari distributor. Kalau stoknya masuk pastinya kita tampung dan biasanya saya ambil sekitar 3 hingga 5 ton saja," kata Samsol Bahri lagi.

Hal yang sama juga diungkapkan Halimah, pedagang Keude Jungka Gajah, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara.

Sebelumnya, Halimah mengaku pupuk urea dijual dengan harga Rp4 ribu per kilogram.

"Saya tidak menjual per zak karena stok barangnya saat ini berkurang atau tidak normal. Itu pun disini rata-rata sangat terbatas untuk dijual disebabkan pasokan barang tidak ada. Namun biasanya satu zak harga mencapai Rp.130 ribu," katanya.

"Sementara jenis pupuk lain nyaris tidak ada. Kelangkaan seperti ini memang sudah sering terjadi selama ini di tempat kita," ujar Halimah.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply