Pasukan Australia Gelar Latihan Hadapi Protes Pemutaran Film The Innocent Prophet

KANDAHAR – Pasukan Australia terus melakukan persiapan terkait munculnya protes kekerasan di Afghanistan selama bulan ini, setelah dirilis film baru yang menghina Islam. Kerusuhan di seluruh dunia tersebut dipicu pada bulan September setelah sebuah trailer yang ditayangkan 14 menit di youtube.

Menurut berita yang dirilis news.co.au, pasukan sekarang meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko kembali terjadinya protes, karena film derivatif yang disebut Nabi yang Tidak Bersalah" kembali dirilis pada Jumat.

Rekaman baru tersebut merupakan karya salah satu murtad yang berasal dari Pakistan, menimbulkan ketegangan di negara tersebut menjelang pemutaran film itu. Pasukan koalisi terus dipersiapkan untuk reaksi ekstrim atas video provokatif yang dapat menghambat upaya pasukan koalisi di Afghanistan, karena menyangkut sensitivitas agama.

Pasukan pertahanan diperingatkan untuk waspada terhadap penduduk setempat yang tersinggung, terutama di basis utama Australia di Provinsi Uruzgan atau pusat-pusat lain dari Kabul dan Kandahar.

Pelatihan sensitivitas budaya merupakan elemen standar pra-penyebaran pelatihan tentara di Australia.

Tapi poin-poin penting yang ditekankan ke semua personil militer dan sipil, yang akan bekerja du Afghanistan dalam program lain dilakukan secara intensif di Al Minhad Air Base di luar Dubai selama empat hari.

Pelatihan tersebut meliputi cara-cara yang tepat untuk menangani dan menyimpan Al-Quran, yang umumnya dibungkus kain dan hanya dibuka setelah pembaca memiliki ritual dibersihkan sendiri. Persiapan ini telah diambil pada kepentingan ekstra pasca peningkatan serangan terhadap orang dalam pasukan koalisi.

Pembalasan karena penghinaan terhadap Islam yang dirasakan diduga menjadi salah satu pemicu yang mungkin untuk serangan pembelot, yang diklaim tiga di antara tujuh kehidupan penggali 'yang hilang di Afghanistan pada tahun ini.

Pasukan koalisi waspada terhadap reaksi kekerasan dari Afghanistan yang marah oleh penistaan agama tersebut. Hari kerusuhan juga sempat terjadi setelah tentara Koalisi membakar salinan Al-Quran ketika mereka membuang buku-buku lama, di Pangkalan Udara Bagram dekat Kabul Februari lalu.

Presiden AS Barack Obama dan kepala pasukan NATO di Afghanistan, Jenderal John Allen, meminta maaf melalui siaran televisi guna memadamkan protes yang digunakan pemberontak untuk melakukan serangan.

Selain itu, pelatihan Australia juga meliputi perawatan darurat korban perang, latihan menembak dan intelijen terbaru pada alat peledak rakitan yang membunuh sebagian besar pasukan. Pasukan juga diberi pengarahan tentang ancaman teranyar dari bahan peledak, praktik bepergian melalui pertambangan dan mendeteksi pembom bunuh diri.

Pelatihan lainnya yang dilakukan seperti simulasi penyelamatan korban terjepit bangunan dan kendaraan, dan korban yang terbakar.

Pelatihan ini terus dilakukan untuk mempersiapkan pasukan untuk skenario kasus terburuk yang bisa saja ditemui selama masa penyebaran pasukan nantinya.

Menurut keterangan salah satu peserta, Chris Johansson mengatakan, latihan yang dirancang tersebut benar-benar untuk mempersiapkan pasukan agar lebih berpengalan untuk menghadapi kenyataan perang.

"Ini dimaksudkan untuk membentuk orang-orang agar berpikir bahwa mereka akan ke zona perang," katanya.[]sumber : news.com.au

  • Uncategorized

Leave a Reply