Pasien Penderita Muntah Kecoa Tak Punya Uang

Nurhaya Koroys (26), warga Sangowo, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, yang menderita penyakit aneh, dirawat di Rumah Sakit Daerah Daruba. Namun, pihak keluarga meminta agar dipulangkan saja ke rumah karena tidak ada biaya untuk dirawat di RS.

Ayah Nurhaya, Mansur Koroys, Senin (4/6/2012) kemarin, saat mendampinginya di RS Daruba, mengaku tidak punya uang untuk merawat Nurhaya secara medis. Apalagi bila Nurhaya harus menjalani operasi. "Ininya (duit) tidak ada, jadi hari ini saya minta ke pihak rumah sakit agar pulang saja," ujar Mansur seraya menggerakkan jarinya mengisyaratkan dia butuh duit.

Pihak keluarga mengaku pasrah dengan kondisi Nurhaya. Padahal, penyakit yang diderita Nurhaya sangat parah, yakni TB kronis dengan kondisi yang sudah menjalar ke sejumlah organ tubuh lainnya, termasuk usus. Nurhaya bukan baru kali ini masuk rumah sakit, ia menderita TB sejak dua tahun lalu.

Selama menjalani perawatan di RS Daruba, Nurhaya menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Itu artinya, sudah dua kali Nurhaya menjalani perawatan di RS Daruba secara gratis. Namun, pihak keluarga tetap mengaku pasrah karena tidak ada dana untuk membawa Nurhaya ke RS.

"Memang gratis karena dia (Nurhaya) pakai Jamkesda, tapi keluarganya tetap minta dipulangkan. Mungkin karena biaya lain-lain mereka merasa tidak mampu," jelas dr Kris dari pihak RS Daruba.

Kris juga membenarkan bahwa Nurhaya sudah dua kali masuk keluar RS Daruba. Hanya saja, kali ini keluhan Nurhaya karena menderita penyakit aneh. Nurhaya sering muntah dan buang air yang disertai serangga jenis kecoa.|sumber: kompas

  • Uncategorized

Leave a Reply