Pasar lesu, McDonald Jual 413 Gerai di Taiwan

Pasar lesu, McDonald Jual 413 Gerai di Taiwan

SHANGHAI. Jaringan restoran cepat saji asal Amerika Serikat (AS), McDonald bersiap-siap hengkang dari Taiwan. Perusahaan berdiri pada 1937 di Pasadena, AS ini akan menjual 413 gerai di Taiwan.

Lesunya bisnis makanan di China menjadi latar belakang McDonald melepas seluruh gerainya di Taiwan. McDonald yang kini dinakhodai Steve Easterbrook ini mencari cara untuk memangkas biaya secara global.

Sejatinya, penjualan ini bukan kabar baru lagi. Pada Mei 2015 lalu, Steve Easterbrook telah mengumumkan rencana perombakan dan restrukturisasi unit bisnis termasuk menimbang melepas outlet-nya kepada franchiser alias terwaralaba.

Namun, kala itu belum jelas pasar mana yang akan dilepas oleh McDonald. CEO McDonald Corp itu juga mengatakan akan menambah jumlah restoran franchise globalnya. Di tahun 2018, McDonald akan menjual 3.500 gerai di seluruh dunia kepada pemilik waralaba.

“McDonald telah memutuskan mencari kandidat yang cocok untuk menjadi pemegang lisensi perkembangan di Taiwan,” ujar pernyataan resmi McDonald Corp seperti yang dikirim ke Reuters.

Seorang Jurubicara McDonald perwakilan China mengatakan, restoran cepat saji dengan menu andalan burger ini sedang mencari pembeli yang mampu mengoperasikan semua ratusan gerai dalam satu kesatuan. Di Taiwan, McDonald memiliki 20.000 karyawan paruh waktu dan staf tetap.
Bisnis McDonald di Asia terancam setelah dihantam isu keamanan pangan soal daging yang tercemar di pasar China.

Menurut perusahaan riset Euromonitor, pasar makanan cepat saji di China mencapai US$ 128,53 miliar pada tahun lalu. Dari jumlah itu, KFC mencuil pangsa pasar sekitar 5,1%. Pangsa pasar KFC lebih tinggi ketimbang McDonald yang hanya 2,6%.

Butuh izin dari pemerintah

Pemerintah Taiwan sendiri membantah kabar McDonald bakal angkat kaki. Kementerian Komisi Investasi Bidang Perekonomian Taiwan mengaku belum menerima laporan dari McDonald untuk menarik investasi. Nilai investasi McDonald di Taiwan ditaksir sekitar US$ 88,75 juta.

Menurut pejabat di kementerian itu, Yang Shu-ling, jika McDonald pergi dari Taiwan harus mengajukan permohonan kepada pemerintah. Selain itu, calon pembeli harus mengajukan izin kepada Pemerintah Taiwan.

“Keputusan McDonald bukan berarti mereka kehilangan keyakinan dengan investasi di Taiwan,” ujar Cynthia Kiang, Dirjen Departemen Komisi Investasi Bidang Perekonomian Taiwan. | sumber : kontan

Leave a Reply