Pasangan sering palsukan pelukan dan ciuman?

MEMELUK pasangan meski sebenarnya tak ingin, mengatakan 'aku cinta padamu' hanya untuk berbasa-basi di telepon, dan menciumnya dengan setengah hati. Apakah Anda mengalami hal semacam ini? Atau jangan-jangan pasangan Anda yang merasakannya?

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebanyakan pasangan melakukan hal-hal yang romantis seperti memeluk dan mencium hanya untuk menutupi perasaan mereka yang sebenarnya.

Berdasarkan Understanding the Routine Expression of Deceptive Affection in Romantic Relationship, biasanya pasangan menunjukkan perhatian dan rasa sayang ketika mereka sebenarnya tak ingin. Hal ini dilakukan untuk menghindari konflik dan mengatur emosi di antara pasangan.

Penelitian ini dilakukan oleh ahli komunikasi Sean Horan, asisten profesor di DePaul University dengan Melanie Booth-Butterfield, profesor di West Virginia University. Mereka menemukan bahwa setidaknya pasangan menunjukkan ekspresi kasih sayang yang palsu sebanyak tiga kali seminggu.

Lantas apa alasan pasangan bertindak sedemikian manis dan romantis jika sebenarnya mereka merasa marah? Horan menjelaskan bahwa menyenangkan pasangan adalah salah satu alasannya. Mereka tak ingin membuat pasangan merasa aneh, curiga, atau merasa tidak disayangi.

Selain itu, ini dilakukan untuk membuat pasangan tak mengetahui perasaan marah, sedih, atau perasaan negatif lain yang sedang dirasakan.

Alasan lainnya adalah untuk menghindari konflik dengan pasangan. Bisa saja karena pasangan ingin menghentikan konflik yang terjadi, atau untuk menyelesaikan suatu masalah. Pasangan juga melakukan kepalsuan untuk menghindari emosi negatif dalam hubungan romantis.[] sumber : merdeka

  • Uncategorized

Leave a Reply