Partai Aceh Galang Kekuatan

BELASAN camar seolah menari di Pantai Paradiso. Kicauannya umpama irama alam yang disenandungkan sang Pencipta. Tak ada kebisingan suara roda dua dan pemandangan lalu lintas macet di sana. Suara ombak pecah menjadikan kota kepulauan paling barat Pulau Sumatera itu kian memukau.

Langit yang cerah dan berwarna biru membuat Kota Sabang kian eksotis di pagi hari. Warna ini kian padu dengan umbul-umbul berwarna merah dengan garis hitam yang terpasang sepanjang kota dan jalan menuju perkampungan. Kota Sabang menjadi merah menyala.

Umbul-umbul ini milik Partai Aceh. Partai lokal yang menguasai parlemen Kota Sabang pada pemilu legislatif 2009 lalu.

Ya, di pagi hari itu, Selasa, 7 Januari 2014 lalu, Partai Aceh Kota Sabang memiliki hajatan besar. Kegiatan ini ditandai dengan iringan mobil yang memasuki kompleks Gedung Serba Guna Pemerintah Kota Sabang.

Di sana sudah menunggu ribuan masyarakat dari berbagai pelosok yang berdatangan sejak pukul 08.00 WIB.

Deretan roda dua dan empat terparkir rapi di luar gedung. Sebagian besar masyarakat yang datang memakai pakaian dan jaket serba merah dengan garis putih hitam di lengan.

"Saya terharu dengan besarnya animo masyarakat, simpatisan, kader, serta pengurus Partai Aceh Sabang untuk menghadiri pelantikan komite pemenangan," kata Teungku Darwis Jeunib secara tiba-tiba.

Teungku Darwis Jeunib adalah Wakil Ketua Komite Pemenangan Partai Aceh (KPPA) Pusat. Sosok ekspimpinan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini dipercayakan mengepalai KPPA Pokja 1.

Hari itu adalah langkah awal dari kerja keras KPPA Pokja 1 menggalang kekuatan. Tim KPPA Pokja 1 memiliki wilayah kerja seperti Sabang, Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, dan Kabupaten Bireuen.

Sesuai dengan namanya, kerja tim ini dimulai dari Sabang. Kota yang dikenal dengan pariwisatanya hingga ke mancanegara.

Menurut Teungku Darwis Jeunib, besarnya animo masyarakat menandakan besarnya harapan yang disemaikan di pundak pengurus Partai Aceh. Ini juga menambah semangat tim KPPA Pokja 1 dalam bekerja.

"Harapan ini harus dijaga. Ini harus dipertahankan oleh semua pengurus dan caleg Partai Aceh," katanya.

Memasuki gedung, spanduk besar bertuliskan pelantikan dan pengukuhan Komite Pemenangan Partai Aceh (KPPA) Sabang oleh KPPA Pusat, terpasang rapi di panggung utama.

Acara itu sendiri dimulai pada pukul 10.00 WIB. Gedung yang tadinya dipenuhi suara riuh masyarakat yang meneriakkan “hidup Partai Aceh”, berubah menjadi tenang dan khidmat.

****

KETUA Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kota Sabang, Nazaruddin, dalam sambutannya mengaku menaruh harapan besar pada calon legislatif yang mewakili Partai Aceh pada pemilu 9 April mendatang.

Kemenangan Partai Aceh pada pemilu nanti akan sangat mempengaruhi kinerja eksekutif pada tahun-tahun mendatang.

Berbagai macam kebijakan yang diterapkan pihaknya selama ini dinilai akan terganjal jika kader Partai Aceh tidak dapat menguasai kursi mayoritas di DPRK Sabang.

“Oleh karena itu, ini pertaruhan marwah Partai Aceh di Sabang. Perlu komitmen serta kerja keras untuk meraih kemenangan,” ujar pria yang akrab disapa Teungku Agam ini.

Menurutnya, Partai Aceh memang partai lokal yang tidak memiliki wakil di Jakarta. Namun keberadaan partai ini cukup disegani oleh pemerintah pusat dan elite politik nasional.

“Partai mana yang selama ini sanggup mendesak pemerintah pusat di Jakarta? Tidak ada partai lain, kecuali Partai Aceh,” kata dia.

Kata Teungku Agam lagi, kekuatan ini ada karena Partai Aceh mampu meraih kursi maksimal di tiap kabupaten kota seluruh Provinsi Aceh, termasuk Sabang. Partai Aceh juga menguasai kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh.

“Sabang harus kembali merah pada pemilu nanti. Namun semuanya perlu kerja keras dan komitmen kuat,” ujar dia lagi.

Sementara itu, Zulkifli H. Adam, Tuha Peut Partai Aceh Kota Sabang, juga mengingatkan kader Partai Aceh terkait hal yang sama.

“Keberlanjutan program-program prorakyat yang kita susun sangat tergantung pada para caleg Partai Aceh yang akan bertaruh pada pemilu legislatif nanti,” ujar dia.

Menurut Zulkifli H. Adam, yang juga Wali Kota Sabang ini, ada banyak program yang dicetuskan selama kepemimpinan mereka. Salah satunya adalah memberikan dana bantuan pendidikan sebesar Rp2 juta per siswa.

“Saat kita luncurkan, banyak pihak yang coba menggagalkannya. Jadi apa jadinya program ini jika di legislatif nanti bukan orang yang seide dan memiliki visi yang sama,” kata dia.

Kata dia, ada banyak program lainnya yang coba disusun oleh pihaknya pada tahun mendatang. Semua ini perlu dukungan maksimal dari legislatif Sabang.

“Maka jalan satu-satunya adalah menguasai DPRK dan DPR Aceh. Ini tentu tidak mudah dan butuh kerja keras,” kata dia.

****

TUJUH hari setelah pelantikan KPPA Kota Sabang, tim KPPA Pusat Pokja 1 dari Kota Banda Aceh kembali road show ke Kabupaten Pidie.

Tim tersebut melantik pengurus KPPA Kabupaten Pidie, Rabu, 15 Januari 2013, pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan ekskombatan di daerah itu.

Pelantikan yang berlangsung di kantor DPW Partai Aceh Kabupaten Pidie ini sedikit lebih sederhana jika dibandingkan dengan kegiatan serupa di Kota Sabang. Ruang pelantikan yang relatif sempit menjadi kendala utama, tetapi tidak mengurangi makna kegiatan itu sendiri.

Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Pidie, Sarjani Abdullah, meminta semua kader Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh (KPA) untuk bekerja keras memenangkan calon legislatif dari Partai Aceh pada pemilu 9 April mendatang.

“Waktu sudah sangat dekat sehingga perlu kerja keras dari semua pengurus dan simpatisan Partai Aceh,” kata dia.

Menurutnya, pada pemilu legislatif 2009 lalu, Partai Aceh mampu meraih kursi mayoritas di Pidie. Hal yang sama juga berlaku untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh dari daerah pemilihan 2 yang meliputi Pidie dan Pidie Jaya.

“Jadi untuk kali ini juga bisa. Kita butuh kerja keras semua pihak,” ujar Sarjani yang juga Bupati Pidie ini.

Untuk meraih kemenangan, kata Sarjani, pengurus KPA, KPPA, serta Partai Aceh harus kompak serta satu suara. Kemenangan hanya dapat diraih jika tim ini tidak terpecah belah karena kepentingan pribadi.

“Jangan hanya karena kepentingan pribadi, perjuangan ditinggalkan. Kepentingan pemenangan di pemilu 2014 lebih penting untuk menjaga marwah perjuangan,” kata dia.

Pada hari yang sama juga berlangsung pelantikan KPPA Aceh Besar. Pelantikan ini diwakili oleh Abu Razak selaku Ketua KPPA Pusat.

****

TIM KPPA Pusat Pokja 1 melanjutkan road show-nya ke Kabupaten Pidie Jaya, Kamis 16 Januari 2014. Pelantikan KPPA Pidie Jaya berlangsung di kantor Partai Aceh setempat.

Ketua KPPA Pidie Jaya dipercayakan kepada Teungku Aiyub ben Abbas. Sosok tersebut adalah bupati terpilih Pidie Jaya pada pilkada lalu.

Teungku Aiyub dalam sambutannya mengatakan siap bekerja untuk meraih kemenangan di Pidie Jaya.

"Sebelumnya Anda sekalian telah bekerja keras untuk memenangkan saya pada pilkada lalu. Sekarang giliran saya untuk memenangkan Anda sekalian," kata Teungku Aiyub.

Menurutnya, pada pemilu lalu Partai Aceh menguasai 16 dari 25 kursi DPRK Pidie Jaya. Lalu target untuk pemilu ke depan diharapkan Partai Aceh mampu meraih kursi lebih banyak lagi.

"Insya Allah akan mampu kita raih lebih besar lagi jika mampu bekerja optimal," kata dia.

Untuk itu, kata Teungku Aiyub, dirinya membutuhkan kerja keras dari semua pihak, baik KPPA, KPA, serta pengurus Partai Aceh yang sebelumnya telah membantu dirinya di pilkada Pidie Jaya. Hasil manis pada pilkada lalu dinilai akan terulang bila ada kerja sama yang baik.

“Kekompakan akan mengantarkan kita pada kemenangan. Ini yang harus kita pertahankan nantinya,” kata dia.

Pada hari yang sama, ribuan masyarakat juga berbondong-bondong mendatangi Stadion Cot Gapu, Kabupaten Bireuen. Kedatangan warga ini untuk menyaksikan pelantikan KPPA kabupaten itu.

Pelantikan KPPA Bireuen hanya berselang enam jam dari kegiatan di Kabupaten Pidie Jaya.

Ruas jalan utama Kota Juang dimerahkan dengan atribut Partai Aceh. Belasan kendaraan roda dua dan empat memadati parkir Stadion Cot Gapu. Sementara pengunjung mulai menyemut di dalam stadion kebanggaan masyarakat Kota Jeumpa itu.

Sebahagian besar pengunjung memakai atribut berwarna merah menyala. Yel-yel “hidup Partai Aceh” seolah bergema dari sana.

Arah duduk masyarakat ini menghadap panggung utama. Di sana ada poster Wali Nanggroe VIII, almarhum Teungku Hasan Tiro yang bersanding dengan Wali Nanggroe IX Malek Mahmud Al-Haytar.

Sementara spanduk ucapan selamat pengukuhan KPPA Bireuen dari calon legislatif Partai Aceh terpasang rapi mengelilingi stadion.

“Ini bisa mematikan bisa (racun-red) partai lokal yang katanya memiliki basis terbesar di Bireuen,” ujar seorang eks kombatan.

“Hidup Wali Nanggroe, hidup Partai Aceh,” teriak pengunjung lainnya.

Koordinator Komite Pemenangan Partai Aceh Bireuen, H. Ruslan M. Daud, mengaku optimis kalau caleg yang diusung oleh Partai Aceh akan mendulang suara terbanyak di pemilu legislatif mendatang.

Hal ini diungkapkannya dalam sambutan pada pelantikan KPPA Bireuen di Stadion Cot Gapu, Kamis, 16 Januari 2014.

"Saya yakin kita mampu mendulang suara terbanyak. Ada 40 kursi di DPRK, 30 mampu kita kuasai," kata dia.

Demikian juga untuk DPR Aceh, KPPA Bireuen juga yakin akan meraih suara terbanyak dari 8 kursi yang ada.

"Ini penting agar semua program yang sudah dicanangkan oleh saya selaku Bupati Bireuen dan Pemerintah Aceh saat ini dapat terwujud," kata Bupati Bireuen ini lagi.

Kegiatan di Bireuen berakhir sore hari. Tim KPPA Pusat Pokja 1 akhirnya kembali ke Kota Banda Aceh. Tugas akhir tim ini adalah melantik KPPA Banda Aceh. Pelantikan ini telah dilakukan pada Sabtu, 18 Januari 2014.[Baca Selengkapnya di Tabloid The Atjeh Times Edisi 70]

  • Uncategorized

Leave a Reply