Parpol berbasis Islam diperkirakan suram pada Pemilu 2014

PENGAMAT Politik dari UIN Jakarta Azyumardi Azra pesimis dengan masa depan partai Islam. Menurutnya, partai-partai Islam seperti PKS dan PPP tidak menunjukkan sikap yang menjanjikan dalam Pilpres 2014.

"Saya tidak terlalu optimis dengan masa depan Partai Islam. Sekarang ada PPP dan PKS. Dua partai ini tidak menunjukkan tanda yang menjanjikan untuk peningkatan suara," ujarnya dalam Diskusi Perhimpunan Profesional Indonesia (PPI) "Partai Politik: Masihkah Bisa Dipercaya?" di Penang Bistro, Jakarta, Minggu (10/3).

Azyumardi mengatakan, kini PKS memiliki kasus yang cukup banyak. Meski terlihat PKS dapat dengan cepat mengatasinya, ia masih pesimis karena dampak yang ditimbulkan masih terasa di masyarakat.

"PKS cukup sigap mengatasinya, tapi saya kira dampaknya akan tetap terasa, meskipun dua pilkada menang. Kemenangan itu lebih karena calonnya incumbent," ujarnya.

Selain PKS dan PPP, PKB juga diperkirakan bernasib sama. Azyumardi menyebut segmentasi suara PKB kurang menjanjikan di Pilpres 2014 nanti. Azyumardi melihat contohnya pada Pilpres tahun 2009, PKB tidak mampu mendapatkan suara banyak saat itu.

"PKB kalau diloloskan juga tidak menjanjikan. Di 2009, dengan persiapan matang, tidak mampu mendapatkan suara," katanya.

Azyumardi juga menilai segmentasi suara jika PKB lolos dalam Pilpres 2014 masih terbatas. Apalagi di dalam tubuh internalnya, terdapat perpecahan ke kubu faksi Yenny Wahid. "Saya juga melihat tahun 2014, segmentasi suara terbatas. Di PKB masih ada perpecahan. Ada yang ke faksi Yenny Wahid," ujarnya.

Sementara partai nasionalis berbasis Islam seperti PAN juga demikian. Meski PAN memiliki basis tradisional Muhammadiyah, namun komunikasi antar pimpinan PAN dan tokoh Muhammadiyah tidak ada.

Selain menyoroti partai Islam, Azyumardi juga memperkirakan partai-partai lain. Menurutnya, menjelang pemilu banyak parpol belum bisa mengembalikan kepercayaan rakyat.

"Dalam waktu dekat susah mengharapkan parpol bisa membangkitkan rakyat. Paling hanya bisa meraih suara kalau mereka bisa menampilkan calon legislatif (caleg) dan calon yang kredibel," ujar Azyumardi. | sumber : merdeka

  • Uncategorized

Leave a Reply