Pansus III: BUMD di Aceh Timur Rugi Setiap Tahun

IDI – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Aceh Timur tiap tahun mengalami kerugian. Hal ini disebabkan banyak pungutan-pungutan liar atau pencurian sawit serta kondisi lapangan yang kurang kondusif, terhadap perkebunan PT Beurata Maju.

“Perkebunan PT Beurata Maju dengan kondisi tersebut menyebabkan hasil produksi pada perkebunan sawit itu, setiap tahunnya tidak pernah mencapai target yang diharapkan pemkab Aceh Timur," ujar Ketua Pansus III DPRK Aceh Timur, T. Zakaria dalam Rapat Sidang Paripurna II terhadap pertangungjawaban Pelaksanaan APBK tahun 2011, Rabu 3 Oktober 2012.

Sedangkan Perkebunan Sawit PT Wajar Corpora, sudah mengalami kemajuan dibandingkan dengan PT Beurata Maju. “Hal ini sudah terlihat dengan adanya PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang masuk ke Kas Daerah," ujar T. Zakaria.

“Tim Pansus III sangat beterimakasih kepada Setda Aceh Timur selaku Komisaris PT. Perkebunan Daerah yang dalam tahun ini telah berupaya mengunakan jasa pihak ketiga, yang sudah terbentuk sejak bulan april 2012. Semua itu bertujuan untuk memperbaiki lahan perkebunan yang berdampak pada peningkatan produksi," kata T. Zakaria.

Tim Pansus dalam laporannya menyebutkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi langsung dengan pihak ketiga. Mereka mengatakan, untuk tahun 2012 ini PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang harus masuk ke Kas Daerah dari PT Wajar Corpora sebesar Rp250 juta pertahun.

"Harapan kami dari Tim Pansus III hal ini benar-benar bisa terealisasi dengan baik," kata dia.

Sementara itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aceh Timur lainnya seperti PDAM Tirta Persada, katanya, untuk tahun anggaran 2011 tidak terdapat adanya masalah.

Namun, di lapangan ditemukan adanya pemasangan pipa-pipa di luar sepengetahuan pihak PDAM Aceh Timur yang bersumber dari dana Otsus (otonomi khusus).

“Setelah ditelusuri ternyata pekerjaan pemasangan pipa-pipa tersebut dilakukan oleh Pihak PDAM Provinsi. Hal ini sungguh sangat disayangkan karena masih lemahnya koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dengan Pemerintah Provinsi, “ ujar T. Zakaria.(bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply