Pansus DPRA: Rumah Translok di Aceh Tamiang Proyek Gagal

Pansus DPRA: Rumah Translok di Aceh Tamiang Proyek Gagal

KUALA SIMPANG – Pansus DPRA Dapil VII merasa kecewa dengan hasil pembangunan kompleks perumahan Transmigrasi Lokal (Translok) di Alue Punti, Paya Tampah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, sumber dana APBA 2014 senilai Rp5 miliar. Anggota Pansus, Nurzahri bahkan menulis dengan cat semprot pada tebing dalam kompleks perumahan itu “APBA 2014 gagal”.

“Kita sangat kecewa, anggarannya cukup besar, tapi hasil pekerjaan memprihatinkan,” ujar Nurzahri kepada para wartawan di lokasi kompleks perumahan Translok itu, Jumat, 22 Mei 2015.

Nurzahri menyebut ada 40 rumah yang dibangun di lokasi tersebut dengan dana Rp60 juta per unit. Akan tetapi, kata dia, material yang digunakan dinilai tidak layak. Contohnya, daun pintu hanya menggunakan kayu biasa. “Dan ada rumah yang belum selesai penuh, plaster (plesteran) tidak diselesaikan,” kata anggota DPRA dari Partai Aceh ini.

Selain 40 rumah, di kompleks Translok itu juga dibangun musalla, bak penampung air, lening, batako, tebing, dan pelebaran jalan. Nurzahri turut mempersoalkan hasil pekerjaan tebing yang dinilai tidak berkualitas.

“Kita akan panggil dinas terkait, kontraktor pelaksana dan juga konsultan, karena menurut informasi tidak ada konsultan perencanaan. Itu akan kita tanyakan kenapa tidak ada konsultan perencanaan, padahal anggarannya mencapai 5 miliar,” ujar Nurzahri.

Selain Nurzahri, anggota Pansus DPRA VII lainnya yang turun ke lokasi itu Rusli Tambi dan Teungku Mahkyaruddin. Sedangkan Jamaluddin Muku, Asrijal H. Asnawi dan Hj. Yuniar mengecek hasil pekerjaan proyek APBA 2014 di lokasi lainnya.[] Laporan Fathurrahman.

Keterangan foto: Nurzahri menulis dengan cat semprot “APBA 2014 gagal” di lokasi pembangunan rumah Translok, Aceh Tamiang. Foto: Fathurrahman

new-logo-webtorial3

Leave a Reply