Begini Konsep Angkutan Bus Beberapa Kota di Indonesia

TIDAK hanya Jakarta, beberapa kota di Indonesia juga ternyata sudah menerapkan sistem seperti Trans Jakarta. Yogyakarta misalnya punya Trans Jogja. Seperti dikutip laman wikipedia, Trans Jogja sebuah sistem transportasi bus cepat, murah dan ber-AC di seputar Kota Yogyakarta.

Trans Jogja juga salah satu bagian dari program penerapan Bus Rapid Transit (BRT) yang dicanangkan Departemen Perhubungan. Sistem ini mulai dioperasikan pada awal Maret 2008 oleh Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sistem Trans Jogja ini terhubung dengan enam titik penting moda perhubungan di sekitar kota seperti stasiun kereta api, terminal bus antarprovinsi, terminal angkutan desa, dan bandar udara.

Pada saat awal peluncuran, ada enam trayek bis yang dilayani secara melingkar dari dan kembali ke terminal awal mulai dari pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.

Untuk melayani enam trayek itu, terdapat 54 armada bus ukuran sedang dengan 34 tempat duduk. Selain itu juga ada 67 halte khusus.

Kota Bogor juga memiliki sistem transportasi serupa. Namanya Trans Pakuan, yang diresmikan pada 3 Juni 2007. Trans Pakuan melayani koridor sejauh 14 kilometer dalam sekitar 45 menit. Ada sekitar 16 halte di jalur ini. Tarifnya Rp3 ribu per penumpang.

Yang membedakan bus ini dengan Trans Jakarta, tidak ada jalur khusus dan bus yang digunakan jenis 3/4. Bus ini juga diharapkan bakal mengurangi jumlah angkot dan solusi kemacetan di Kota Bogor.

Di Kota Palembang, Sumatera Selatan, juga ada Trans Musi yang dikelola oleh PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya, Badan Usaha Milik Kota Palembang.

Sistem transportasi Trans Musi ini menghubungkan moda transportasi lainnya berupa bandara, stasiun kereta api, terminal bus, dan terminal bus air.

Sistem pembayaran Trans Musi menggunakan kartu pintar atau smart card. Terdapat dua jenis smart card yaitu tiket sekali jalan (single trip) atau isi ulang. Smart card isi ulang dibuat dengan empat tipe yang bisa dipilih masyarakat.

Awalnya Trans Musi beroperasi pada Januari 2010 dengan 15 bus. Saat itu Trans Musi hanya melayani dua koridor. Hingga 2012 armada Trans Musi telah mencapai 120 unit.

Di Kota Bandung juga ada yang namanya Trans Metro Bandung. Bus Rapid Transit ini diresmikan pada 22 Desember 2008. Trans Metro Bandung telah mengoperasikan koridor pertama sejauh 16 kilometer.

Terdapat 16 halte di jalur Trans Metro Bandung. Bus koridor satu ini juga diharapkan mengurangi jumlah angkot dan solusi kemacetan di Kota Bandung.

Trans Metro Bandung menjadi proyek patungan antara Pemerintah kota Bandung dengan Perum II DAMRI Bandung dalam memberikan layanan transportasi massal dengan harga murah.

Kembali ke Sumatera, di Pekanbaru ada Transmetro yang mulai beroperasi pada 18 Juni 2009. Rencana awal sejak beroperasi, seperti dikutip Tribun Pekanbaru pada Senin 10 September 2012, ada enam koridor yang akan dilayani bus Transmetro Pekanbaru.

Namun koridor yang sudah ditempuh bus Transmetro Pekanbaru baru koridor satu dan dua. Sedangkan yang lain masih dalam perencanaan.

Secara umum tidak ada perbedaan antara bus Transjakarta dan bus Trans Metro Pekanbaru. Seperti dikutip dalam laman Yahoo News, Rabu 19 September 2012, perbedaan itu hanya pada halte yang digunakan lebih kecil dibandingkan busway di Jakarta. Selain itu, jalurnya tidak dicat dengan warna khusus.

Trans Metro Pekanbaru ini dioperasikan untuk mengatasi kemacetan yang mulai memadati kota tersebut. Sebab, meski hanya kota kecil, Pekanbaru cukup ramai dan pertumbuhan kendaraan yang pesat.[] DARI BERBAGAI SUMBER

Berita Sebelumnya:

Kata Awak Labi-labi Tentang Rencana Busway Trans Kutaraja

Kata Awak Labi-labi Tentang Rencana Busway Trans Kutaraja

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh merencanakan sistem angkutan massa berbasis jalan kota bernama Trans Kutaraja. Bagaimana pendapat para awak angkutan dalam kota seperti labi-labi?

Ali Thaib, seorang pengemudi labi-labi di Banda Aceh mengatakan rencana Trans Kutaraja itu tidak akan berdampak buruk bagi mereka dalam jumlah penumpang. Menurut Ali yang sudah menjadi sopir labi-labi sejak tahun 2002 ini, bukan Trans Kutaraja yang berdampak ke penghasilan mereka.

"Bukan angkutan umum seperti itu yang menjadi saingan kami, tetapi banyaknya kendaraan pribadi," ujar Ali kepada ATJEHPOStcom, Selasa 27 November 2012. Satu sisi ia menyayangkan begitu mudahnya orang mendapatkan kendaraan.

"Mau tidak mau lama-lama angkutan labi-labi juga akan mati, karena hampir setiap orang sudah ada kendaraan, terutama sepeda motor," ujar Agam, sopir labi-labi yang lain.

Menurut Agam, angkutan umum semacam Damri saja selama ini tidak pengaruh bagi mereka. "Paling beda sedikit dalam hal tarif. Nah ini sepeda motor, setiap gang dan rumah ada," ujar Agam.

Ketika banyaknya kendaraan seperti  itu, kata dia, penumpang labi-labi berkurang. "Yang kami khawatirkan, akan ada banyak orang yang lapar di kemudian hari, lapangan pekerjaan akan sempit," ujar Ali.

Kondisi minimnya penumpang, kata Agam, kadang berpengaruh terhadap mereka. "Terkadang kita terpaksa langgar aturan karena kebutuhan, seperti melewati jalur atau rute yang tidak boleh dilewati labi-labi, tapi apa boleh buat, juga terkadang penumpangnya juga meminta untuk diantar," ujar Agam.[](rz)

Berita Sebelumnya:

"Busway Trans Kutaraja Bisa Menghemat BBM Kendaraan Pribadi"

Begini Tata Cara Berobat di RSUD Meuraxa Banda Aceh

BANDA ACEH – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh, memiliki agenda tersendiri setiap harinya dalam menjalankan tugas melayani pasien. Sebelum melakukan aktivitas, para pegawai seperti dokter, perawat dan semua staff RSUD Meuraxa melakukan apel yang berdurasi 10 hingga 15 menit yang dilakukan rutin pikul 8 pagi.

Apel dilakukan untuk memberi arahan bagi setiap pegawai rumah sakit. Apel diselenggarakan setiap hari Senin-Kamis layaknya upacara yang biasa dilakukan pada hari Senin. Setelah apel semua staff dipersilahkan mengisi absen elektronik dengan cara menempelkan sidik jari di box khusus.

Pasien yang ingin berobat dengan rujukan dapat hadir di rekam medik pada pukul 08.00 wib pagi. Selanjutnya mereka akan menerima nomor antrian dari Satpam atau penjaga pintu masuk,  dan memberi kartu yang telah ada jika pasien sudah pernah berobat sebelumnya.

Bagi pasien yang baru saja berobat dipersilahkan untuk membuat kartu terlebih dahulu. Setelah pasien memberi data rujukan, baru kemudian dilanjutkan ke Poli penyakit yang dituju. Sebelum menuju Poli, pasien dipersilahkan untuk mengecek kesehatan terlebih dahulu. Seperti mengecek darah, mengecek tensi atau pengecekkan yang lainnya. Pengecekan dilakukan sebelum dokter spesialis masuk ke ruang Poli, jadwal dokter spesialis masuk ke ruang Poli pukul 09.30 pagi.

Setelah dapat menemui dokter, dokter akan menganalisis penyakit yang diderita pasien. Apakah pasien harus rawat inap atau melakukan operasi atau hanya sebatas rawat jalan saja. RSUD Meuraxa, hampir setiap harinya menerima pasien dari Banda Aceh dan Aceh Besar kurang lebih sebanyak 300 pasien.

Umumnya pasien yang berobat adalah pasien dengan penderita penyakit dalam seperti diabetes, hipertensi dan penyakit dalam lainnya. Untuk pelayanan yang baik, RSUD Meuraxa memiliki 3 tingkatan kelas untuk kamar rawat inap dan menyediakan ruang isolasi bagi penyakit yang menular, dan ruang bedah yang dibedakan menjadi dua, pria dan wanita.

"Sesuai dengan visi misi rumah sakit yang ikut menegakkan pelayanan yang islami, kami memisahkan ruangan pria dan wanita serta dokter bedah yang juga sama dengan pasiennya pria dengan pria dan wanita dengan wanita," ujar dr. Herlina Zainuddin, Kepala bagian Pelayanan Medis.

RSUD Meuraxa juga memiliki 14 dokter, ada dokter anak, penyakit dalam, syaraf, nyeri, khusus poli umum, jantung dan di UGD. Karena mengalami kekurangan dokter, pihak rumah sakit menambah masing-masing satu dokter dalam bidang yang tersedia agar meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien. Dokter yang diambil pun adalah dokter PPDS atau dokter yang sedang mengambil spesialis itu juga yang sudah menjadi senior atau hampir menamatkan gelasnya sebagai dokter spesialis.

"Agar lebih cepat aksesnya lagi, pelayanan UGD akan dipindahkan di bagian depan jalan. UGD kan biasanya di bagian depan rumah sakit, sekarang sedang proses penambahan dari bantuan yang di berikan oleh Australia pascatsunami lalu," Lanjut Herlina Zainuddin.[] (ihn)

Ini Surat Edaran Bupati Aceh Utara Tentang Penutupan Lokasi Wisata Air Terjun Blang Kolam

LHOKSEUMAWE – Ikatan Pemuda Blang Kolam meminta Pemerintah Aceh Utara membenahi lokasi wisata Air Terjun Blang Kolam di Desa Panton Rayeuk Sa, Kemukiman Beureughang, Kecamatan Kuta Makmur agar menjadi layaknya destinasi wisata.

Terkait hal itu, pejabat Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Aceh Utara menyatakan belum bisa membenahi lokasi wisata alam tersebut lantaran  masih berlaku Surat Edaran Bupati yang dikeluarkan pada tahun 2009 lalu. Bagaimana isi Surat Edaran itu?

Ditemui ATJEHPOSTcom, Selasa, 27 November 2012, Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Aceh Utara, Nurliana NA menyebutkan Surat Edaran tentang penutupan objek wisata Air Terjun Blang Kolam, dikeluarkan oleh Bupati Aceh Utara pada tahun 2009 yaitu Ilyas A Hamid alias Ilyas Pase.

Berikut isi Surat Edaran tersebut:
 

 

Nomor    :556/328/2009                                                                                      Lhokseumawe 14 Oktober 2009
Sifat        :   penting
Perihal     : Penutupan objek wisata Air terjun Blang Kulam untuk kunjungan wisata.

                                                                   SURAT EDARAN

Menindaklanjuti pertemuan Bupati Aceh Utara bersama Muspida dan para Ulama sekabupaten Aceh Utara di Pendopo Bupati Aceh Utara pada tanggal 7 Oktober 2009 dalam rangka menyikapi aspirasi masyarakat yang berkembang terhadap objek wisata Air Terjun Blang Kulam. Mengingat ketentuan penyelenggaraan Qanun Kepariwisataan yang Islami belum diterbitkan. Maka untuk sementara waktu objek wisata Air Terjun Blang Kulam ditutup untuk umum.

Hal ini disampaikan dengan pertimbangan:

a.    Lokasi wisata Air terjun Blang Kulam masih dalam tahap pembangunan yang rentan kecelakaan.

b.    Belum adanya fasilitas umum yang memadai dan ketentuan pengunjung berupa Qanun penyelenggaran objek wisata yang sesuai Syariat Islam.

c.    Aksebilitas jalan menuju objek wisata masih dalam tahap rehabilitasi.

d.    Masih adanya lokasi semak belukar di sekitar objek yang berpotensi untuk terjadinya perlakuan amoral.

Demikian untuk dapat dimaklumi dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

                                                                                                            Bupati Aceh Utara

                                                                                                              Ilyas A Hamid
Tembusan:
1.    Gubernur Aceh di Banda Aceh
2.    Danrem-011/Lilawangsa di Lhokseumawe
3.    Ketua DPRK Aceh Utara
4.    Dandim 0103 Aceh Utara
5.    Kapolres Lhokseumawe
6.    Kapolres Aceh Utara

Rekomendasi Mahasiswa Aceh di Yogyakarta terhadap Qanun Lembaga Wali Nanggroe

MAHASISWA berfungsi sebagai agent of change (agen perubahan) dan agent of control (agen pengendali). Mahasiswa diharapkan tidak hanya sibuk di menara gading universitas dan abai dengan kondisi sosial masyarakatnya. Hal itulah yang mendasari para mahasiswa Aceh di Yogyakarta untuk berkumpul bersama membahas isu yang sedang hangat di nanggroe, yaitu tentang rencana penetapan qanun baru tentang Lembaga Wali Nanggroe. Walau mereka berjarak dari tempat asalnya, tapi mereka tetap peduli dengan apa yang terjadi di sana.

Diskusi pada Minggu, 25 November 2012 ini adalah rangkaian diskusi tematik ketiga yang dilaksanakan dan menghasilkan sebuah rekomendasi bersama. Diskusi yang dilaksanakan oleh Taman Pelajar Aceh (TPA) Yogyakarta ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa Aceh baik dari latar S1 maupun S2 yang sedang studi di universitas-universitas yang ada di Yogyakarta. Diskusi ini diisi oleh Azmi, mahasiswa Pascasarjana Hubungan Internasional, Fisipol UGM.

Azmi dalam pengantarnya meminta kepada para peserta diskusi untuk lebih arif dalam memandang dan membedah isi qanun itu dan tidak terjebak pada sentimen kesukuan yang di Aceh sedang meningkat eskalasinya. Azmi berusaha mengurai beberapa pasal yang ada di dalam qanun itu dan kemudian ditanggapi bersama oleh peserta diskusi. Para peserta berusaha memahami ayat per ayat, pasal per pasal, yang ada dalam rancangan qanun itu.

Kisruh politik yang terjadi di nanggroe jelas membuat masyarakat Aceh di Yogyakarta gelisah. Apapun alasannya, Aceh tidak boleh lagi masuk ke dalam konflik bersenjata yang telah pernah dirasakan dahulu. Segala daya upaya mesti dimaksimalkan agar perdamaian Aceh tetap terjaga.

Hal inilah yang juga diupayakan oleh mahasiswa Aceh di Yogyakarta. Melalui Taman Pelajar Aceh, diskusi rancangan qanun Lembaga Wali Nanggroe menyimpulkan beberapa poin penting yang kemudian dituangkan dalam butir-butir pernyataan sikap terhadap.

Kami, mahasiswa-mahasiswa Aceh di Yogyakarta telah berkumpul dan berdiskusi mengenai Qanun Lembaga Wali Nanggroe.

Rekomendasi dari kami adalah:
1. Wali Nanggroe menjadi pemersatu bagi rakyat Aceh, karena Wali Nanggroe bukan milik kelompok tertentu, tetapi menjadi milik seluruh rakyat di Provinsi Aceh.

2. Qanun Lembaga Wali Nanggroe sesuai dengan butir-butir MoU Helsinki 2005 dan konstitusi Indonesia.

3. Qanun Lembaga Wali Nanggroe perlu menampung pendapat-pendapat dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) seperti unsur akademisi, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan ulama Aceh.

4. Keberadaan Wali Nanggroe diperjelas dengan menelusuri berbagai sumber dan literatur sejarah yang valid secara akademik.

Taufik Akbar, Ketua Umum Taman Pelajar Aceh (TPA)
 

Setelah Digali, Jenazah Yasser Arafat Dibawa ke Masjid

RAMALLAH – Para peneliti ahli kesehatan akhirnya selesai menggali makam pemimpin Palestina Yasser Arafat di Ramallah, Tepi Barat. Penggalian ini semata-mata dilakukan untuk memastikan penyebab kematiannya pada tahun 2004 silam.

Sebuah sumber sebagaimana dilansir Al Jazeera mengatakan setelah digali jenazah Arafat dipindahkan dari makam dan dibawa ke sebuah masjid. Saat ini dokter Palestina sedang mengumpulkan sampel untuk diserahkan kepada tim internasional dari Perancis, Rusia dan Swiss.

Sumber tersebut juga mengatakan prosesi itu dilakukan oleh tiga dokter, tiga ahli forensik, menteri kesehatan, menteri kehakiman, dan kepala pengacara serta tim dokter lainnya.

Selain itu beberapa pejabat Palestina yang dekat dengan Arafat juga telah diwawancarai untuk dimintai keterangan. Sebagaimana diberitakan sebelumnya tiga tim peneliti internasional dari Perancis, Rusia dan Swiss tiba di Muqataa, lokasi makam Arafat pada Senin kemarin.[] (ihn)

Berita terkait:

Tim Ahli Penggali Makam Arafat Berasal dari Tiga Negara Ini

Tim Ahli Sudah Siap untuk Menggali Makam Yasser Arafat

Pemkab Aceh Utara Larang Kunjungan Wisata ke Air Terjun Blang Kolam

LHOKSEUMAWE – Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Aceh Utara belum bisa membenahi lokasi wisata Air Terjun Blang Kolam di Desa Panton Rayeuk Sa, Kuta Makmur, Aceh Utara. Sebab masih berlaku Surat Edaran Bupati tentang larangan kunjungan wisata ke objek wisata alam tersebut.

“Ada Surat Edaran Bupati tertanggal 14 Oktober 2009, perihal penutupan objek Wisata Air Terjun Blang Kolam untuk kunjungan wisata. Karena ketentuan penyelenggaran Qanun Kepariwisataan yang Islami belum diterbitkan,” kata Nurliana NA, Kepada Bidang Pariwsiata dan Kebudayaan Aceh Utara saat ditemui ATJEHPOSTcom, Selasa, 27 November 2012.

Menurut Nurliana, Surat Edaran yang diteken oleh Bupati Aceh Utara pada tahun 2009 yaitu Ilyas A Hamid alias Ilyas Pase, hingga kini masih berlaku karena belum ada perubahan, meski kepemimpinan kabupaten ini sudah beralih kepada Bupati Muhammad Thaib atau Cek Mad.

“Sekitar lima bulan lalu, kami dari dinas teknis sudah mengajukan draf Qanun tentang Pariwisata ke Bagian Hukum Setdakab Aceh Utara. Mereka yang mengkaji dan mengajukan ke dewan,” Nurliana.

Mengenai adanya kunjungan masyarakat ke lokasi wisata Air Terjun Blang Kolam belakangan ini, menurut Nurliana, hal itu di luar tanggung jawab pemerintah daerah. “Bukan kita yang membukanya, kalau ada kunjungan ke tempat itu mungkin dikelola oleh masyarakat setempat,” katanya.

“Kita (Bidang Pariwisata) sebenarnya ingin mengembangkan lokasi wisata alam itu karena potensinya sangat bagus untuk mendatangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Tapi kita tidak bisa bertindak karena masih berlaku Surat Edaran Bupati (tentang penutupan lokasi Air Terjun Blang Kolam untuk umum),” kata Nurliana.

Diberitakan sebelumnya, Ikatan Pemuda Blang Kolam meminta Pemerintah Aceh Utara membenahi lokasi wisata Air Terjun Blang Kolam di Desa Panton Rayeuk Sa, Kemukiman Beureughang, Kecamatan Kuta Makmur agar menjadi layaknya destinasi wisata.

Saat ini lokasi wisata Air Terjun Blang Kolam dikelola para pemuda setempat tanpa perhatian dari pemerintah. Sehingga lokasi wisata alam yang menyimpan pesona dan eksotika tersebut tidak tertata dengan baik. Bahkan berpotensi mendatangkan dampak buruk bagi pengunjung, sebab tangga di lereng bukit yang terjal untuk mencapai air terjun, tidak dilengkapi pengaman atau tempat pegangan.    

Yakub, salah satu pengurus Ikatan Pemuda Blang Kolam berharap Pemerintah Aceh Utara tidak “menutup mata” dengan kondisi lokasi wisata air terjun tersebut. “Kami berharap pemerintah segera membenahi tempat ini, merehabilitasi tangga secara layak lengkap dengan pengaman atau tempat pegangan,” kata Yakub akrab disapa Akob kepada ATJEHPOSTcom, Minggu, 25 November 2012.

Apabila Pemerintah Aceh Utara menata lokasi Air Terjun Blang Kolam layaknya destinasi wisata, Akob optimis kawasan tersebut akan menyedot pengunjung dalam jumlah besar. Selama ini saja, kata dia, rata-rata pengunjung saban Sabtu dan Minggu tidak kurang dari 500 orang. Pada Senin hingga Kamis rata-rata 100-200 orang per hari, sedangkan hari Jumat tidak dibuka. “Paling ramai saat hari raya (lebaran), pengunjung mencapai ribuan,” katanya.

Akob menambahkan, Ikatan Pemuda Blang Kolam berencana mengadakan pementasan kegiatan seni budaya di lokasi wisata itu pada 1 Januari 2013 menyambut tahun baru. “Untuk menarik lebih banyak pengunjung, masih banyak yang belum tahu terutama dari luar Lhokseumawe bahwa lokasi ini sebenarnya sudah lama dibuka,” katanya.[]

Sidang Perdana Gugatan Rawa Tripa, PT Kalista Alam Tidak Hadir

MEULABOH – Sidang perdana gugatan perusakan lingkungan di kawasan Rawa Tripa dilakukan hari ini, Selasa 27 November 2012, di Pengadilan Negeri Meulaboh, Aceh Barat. Dalam sidang tersebut yang menjadi penggugat adalah Kementerian Lingkungan Hidup sedangkan yang menjadi tergugat adalah PT Kalista Alam.

Kementerian Lingkungan dalam persidangan tersebut diwakili oleh Jaksa Pengacara Negara (JPN) dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Dalam sidang perdana hari ini, pihak tergugat, PT Kalista Alam tidak hadir, sehingga sidang ditunda karena majelis hakim tidak bisa melakukan pemeriksaan terhadap para pihak.

Ryan Palasi, Jaksa Pengacara Negara yang mewakili Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan kecewa dengan tidak hadirnya pihak tergugat PT Kalista Alam.

“Ini terlihat pihak tergugat tidak serius dalam menyelesaikan masalah,” kata Ryan Palasi kepada para wartawan setelah persidangan.

Ryan juga mengatakan pihak penggugat dalam sidang perdana itu tidak membawa serta barang bukti karena agenda persidangan masih proses pemeriksaan para pihak. Dia mengatakan, jika proses pemeriksaan para pihak telah selesai, maka penggugat akan membawa seluruh barang bukti ke persidangan.

“Dalam persidangan ini, kita menggugat ganti rugi terhadap kerusakan yang telah dilakukan oleh PT Kalista Alam di Rawa Tripa,” kata Ryan.

Sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Rahmawati tersebut dilaksanakan sekitar pukul 12.00 wib dan hanya belangsung selama 15 menit. Rahmawati menyatakan sidang ditunda dan dilanjutkan dua minggu setelah persidangan perdana hari ini. []

Berita Sebelumnya:

Hari Ini, Sidang Perdana Kasus Rawa Tripa Digelar di PN Meulaboh

Jaksa Pengacara Negara Resmi Gugat PT Kalista Alam

“Busway Trans Kutaraja Bisa Menghemat BBM Kendaraan Pribadi”

BANDA ACEH – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsyiah, M Reza F menilai rencana pembangunan busway Trans Kutaraja ide yang bagus jika bisa direalisasikan.

Trans Kutaraja, kata Reza kepada ATJEHPOSTcom, Selasa 27 November 2012, bisa mengurangi kemacetan dan menghemat Bahan Bakar Minyak atau BBM kendaraan pribadi.

Menurut Reza, untuk mewujudkan angkutan berbasis jalan itu juga perlu dukungan Pemerintah Provinsi. "Sebab keindahan Banda Aceh juga berdampak ke Pemerintah Aceh, dan ini berlu ada kerjasama agar dapat terealisasi," kata Reza.[](rz)

Berita Sebelumnya:

Trans Kutaraja, Meniru Konsep dari Jakarta dan Bogota?

Trans Kutaraja Bisa Tingkatkan Wisatawan ke Banda Aceh

 

Trans Kutaraja Bisa Tingkatkan Wisatawan ke Banda Aceh

BANDA ACEH – Wacana Pemerintah Kota Banda Aceh yang akan menerapkan sistem angkutan massa berbasis jalan bernama bus Trans Kutaraja mendapat tanggapan berbeda dari berbagai kalangan.

Muhammad Biri, mahasiswa Fakultas Pertanian Unsyiah misalnya, berpendapat Kota Banda Aceh belum membutuhkan busway. “Macet belum separah itu. Yang perlu dilakukan penertiban kendaraan jalur khusus Damri dan labi-labi mungki bisa diterima,” katanya kepada ATJEHPOSTcom.

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh, Edi Aryansyah, mengatakan jika busway Trans Kutaraja memang dibutuhkan warga kota, tidak masalah untuk dibuat. "Akan tetapi manfaatnya harus betul-betul diperhatikan, sebab tidak gampang untuk melaksanakan niat tersebut tentunya membutuhkan biaya banyak serta tenaga dan waktu,” ujar Edi kepada ATJEHPOSTcom, di ruang kerjanya di gedung DPRK Banda Aceh, Selasa 27 November 2012.

Seorang traveler Aceh Arie Yamani, mengatakan wacana untuk membuat Trans Kutaraja adalah ide positif. Selain karena bisa mengurangi kepadatan sepeda motor di Banda Aceh, juga bisa menekan biaya lebih murah bagi masyarakat luar yang berkunjung ke Kota Banda Aceh.

“Bagus tuh wacananya,” ujarnya kepada ATJEHPOSTcom, Selasa, 27 November 2012. Selain itu kata Arie, keberadaan Trans Kutaraja juga bisa memancing wisatawan untuk berkunjung ke Banda Aceh. Ia mencontohkan seperti keberadaan Trans Jakarta atau Trans Jogja, dengan hanya mengeluarkan beberapa ribu rupiah penumpang sudah bisa berkeliling kota.

Selain murah juga tepat waktu. “Seharusnya juga nyaman, karena dari yang sering saya naik kalau penumpang sudah dapat tempat semua langsung jalan, mungkin kalau Banda Aceh nggak seperti Jakarta yang padat,” kata Ari.[] (ihn)

Berita terkait:

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh: Jika Dibutuhkan, Trans Kutaraja Layak Dibuat