Besok Rakerda Dekranasda Digelar di Gayo Lues

BLANG KEJEREN – Menjelang pembukaan Musyawarah Daerah Rapat Kerja Daerah Dewan Kerajinan Nasional Daerah dan pameran kerajian serta makanan unggulan kabupaten/kota se Provinsi Aceh yang akan dibuka besok, Rabu, 28 November 2012, kontingen dari tiap-tiap  daerah sudah tiba di Gayo Lues.

Kabupaten Gayo Lues ditunjuk menjadi tuan rumah di ajang tersebut. Kontingen yang telah hadir mulai mempersiapkan dan mendekorasi stan yang akan dipamerkan besok. Tenda-tenda telah didirikan serta beberapa panggung juga telah disiapkan untuk pertunjukan hiburan selama acara berlangsung.

Acara tersebut rencananya akan berlangsung mulai besok hingga Kamis, 29 November 2012. Adapun lokasi acaranya di Buntul Tajuk Kecamatan Blang Kejeren, sekitar satu kilometer dari pusat kota.[] (ihn)

 

 

Di Aceh Timur, HUT PGRI Diperingati dengan Suasana Berkabung

IDI RAYEUK – Peringatan Haru Guru Nasional ke-67 yang ditandai dengan upacara di Lapangan Titi Baroe Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur hari ini diwarnai dengan suasana berkabung, Selasa, 27 November 2012.

Hal itu terjadi karena dua orang guru SMP3T di Kecamatan Simpang Jernih, tenggelam akibat boat yang mereka tumpangi karam di sungai Simpang Jernih pada Senin kemarin, 26 November 2012. Dua guru tersebut adalah Geget dan Winda, hingga kemarin siang keberadaan kedua guru tersebut belum diketahui.

Dalam upacara PGRI tersebut, para guru, pelajar, dan muspida/muspika serta kepala SKPK tampak memanjatkan doa untuk kedua guru tersebut. Suasana hening mewarnai seluruh peserta upacara saat Sekda Aceh Timur Syaifannur yang bertindak sebagai pembina upacara memimpin hening cipta.

Sekda yang membacakan pidato Menteri Pendidikan Muhammad Nuh, menyorot soal profesi guru dengan segala konsekwensinya (terutama peningkatan kesejahteraan) apakah sudah mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Jawavabannya tentu iya, peningkatan kesejahteraan guru mampu meningkatkan kualitas pendidikan, meskipun belum signifikan. Masih ada ruang yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dari aspek peran guru,” kata Syaifannur.

Aspek tersebut yaitu kompetensi guru dalam pemahaman substansi bahan ajar, pedagogi, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Dalam kurikulum 2012 yang sekarang sedang dirampungkan, pendekatan yang digunakan adalah berbasis sains. Yaitu mendorong siswa agar mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar dan mempresentasikan.

Puncak peringatan HUT PGRI tersebut juga ditandai dengan penyerahan bingkisan kepada puluhan guru berprestasi dari tujuh UPT Disdik Aceh Timur yang diserahkan langsung oleh Sekda.

“Sejak kemarin sore kita telah memerintahkan semua unit SAR beserta peralatan untuk bergerak melakukan pencarian terhadap korban tenggelamnya boat tersebut. Saat ini kita terus memantau situasi terkini pencarian korban melalui tim SAR dan pihak Dinas Pendidikan yang masih berada di lokasi,” kata Sekda.

Adapun tujuh UPT tersebut masing masing Idi, Ranto Peureulak, Peureulak, Darul Aman, Julok, Simpang Ulim dan Rantau Selamat. Diantara guru berprestasi dari UPT Idi yang menerima bingkisan adalah Lelawati SPdI (MAN Idi), Darmawati Ama.Pd (SMPN Idi), Jauhari SAg (MIN Idi), Hasrati (MTsNn Idi ) dan lainnya.[] (ihn)

Rancangan APBK Sabang Tahun 2013 Defisit 67 Miliar Lebih

SABANG – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Sabang tahun 2013 mengalami kekurangan atau defisit senilai Rp67.616.087.886. Defisit ini muncul dari rencana jumlah belanja sebesar Rp401.470.351.460, sementara pendapatan hanya Rp333.854.263.574.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Sabang Nazaruddin dalam Rapat Paripurna I masa sidang III DPR Kota Sabang, Selasa 27 November 2012, di gedung dewan setempat. Agenda rapat penyampaian Rancangan APBK Tahun Anggaran 2013.

Menurut Nazaruddin, dari format nilai anggaran pendapatan bila dibandingkan dengan rencana belanja terdapat defisit Rp67.616.087.886.

"Angka defisit tersebut diharapkan tertutupi oleh penerimaan pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Tahun Anggaran Sebelumnya (SiLPA) tahun 2012. Sedangkan pengeluaran pembiayaan tidak ada alokasi anggaran," ujarnya.

Dari jumlah rancangan anggaran itu, kata wakil wali kota, alokasi belanja langsung dan belanja tidak langsung akan digunakan untuk membiayai 24 urusan wajib dan tujuh urusan pilihan.[](rz)

Menuju Kota Hijau, Wali Kota Mawardy Janjikan Akses Jalan untuk Sepeda

BANDA ACEH – Dalam Rangka mempercepat terwujudnya Kota Banda Aceh sebagai Kota Hijau atau green city, Pemerintah Kota Banda Aceh terus memacu diri melakukan program-program penghijauan, disamping terus berupaya menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar mencapai 30 % sesuai dengan amanat undang-undang nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang.

Pemko juga melakukan sosialisasi pengembangan Kota Banda Aceh sebagai kota hijau. Acara ini di buka Walikota Banda Aceh Ir Mawadry Nurdin M Eng Sc di Taman Putroe Phang, Banda Aceh, Selasa, 27 November 2012.
 
Dalam sambutannya, Mawardy Nurdin mengatakan sebuah kota hijau adalah metafora dari kota yang berkelanjutan yang meliputi Delapan atribut, yakni perencanaan dan perancangan kota yang ramah lingkungan, memiliki ketersediaan ruang terbuka hijau, konsumsi energi yang efisien, pengelolaan air yang efektif, pengelolaan limbah dengan prinsip 3R, bangunan hemat energi atau bangunan hijau, penerapan sistem transportasi yang berkelanjutan, dan  peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas hijau. dimana kota yang bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakatnya.
 
Dikatakannya lagi, saat ini kota Banda Aceh adalah salah-satu dari 60 kota di Indonesia yang diproyeksikan oleh Kementrian PU dalam Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH). Program ini merupakan reward yang diberikan Kementerian PU karena Pemko Banda Aceh merupakan  pemerintah daerah yang tercepat merampungkan regulasi tentang RTRW (Qanun nomor 4 tahun 2009 Pemko Banda Aceh).
 
Menyinggung persolaan polusi yang diakibatkan transportasi, pada kesempatan tersebut, Walikota berjanji akan membuka akses jalan bagi pengendera sepeda pada jalan-jalan protokol di Banda Aceh sebagi upaya untuk memberi kenyamanan bagi pengguna sepeda dan meminimalisir polusi akibat pemakaian kenderaan bermotor.

“Jalan ini kita rencanakan lebarnya 3 Meter, Tahun 2013 akan kita mulai di ruas jalan Tgk Imum Lueng Bata, target kita pada 2015 seluruh jalan protokol akan ada akses untuk pengguna sepeda yang akhir-akhir ini kita lihat semakin banyak lahir komunitasnya) jelasnya.
 
Senada dengan Mawardy, Dandim juga mengatakan hal yang sama. Selaku pimpinan tertinggi di jajaran Kodim 0101/BS, dia dan jajarannya siap mendukung program pengembangan Kota Hijau Pemko Banda Aceh.

“Saya selalu memerintahkan jajaran saya agar merawat pohon yang sudah ditanam sampai tumbuh, karena kalau tidak di rawat bisa saja tidak hidup setelah ditanam, kan rugi” ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Banda Aceh Ir Zahruddin M Si selaku ketua panitia sosialisasi dalam laporannya mengatakan tujuan dilaksanakan acara ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya Ruang Terbuka Hijau (RTH), mendorong partisipasi masyarakat dalam memetakan lokasi-lokasi hijau kota yang di integrasikan dengan ruang terbuka baru, menyusun roadmap RTH 30 % sesuai dengan RTRW Kota Banda Aceh dan mengharapkan dukungan masyarakat dalam pemeliharaan RTH dan penyediaan lahan untuk pengembangan RTH baru.

Peserta sosialisasi ini berjumlah 400 orang dari berbagai unsur, diantaranya  para pelajar, forum komunitas hijau kota Banda Aceh, komunitas ontel, utusan masyarakat Gampong, para Keuchik, para Camat, Kepala SKPD jajaran Pemko, Akademisi dan elemen masyarakat lainnya.
 
Turut hadir pada acara ini Pimpinan Cabang BNI Banda Aceh  Muhammad Irjan Nasruddin selaku sponsor utama, Dandim 0101/BS Letkol Inf Triadi Muwanto, pejabat Polresta, Kajari Banda Aceh, Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh, Ketua DPRK Yudi Kurnia SE, Sekdakota T Saifuddin T A M Si dan jajaran MPU Kota Banda Aceh.
 
Pada akhir acara, Walikota, Ketua DPRK Yudi Kurnisa SE, Dandim Letkol Inf Triadi Murwanto, Pimpina BNI berkesempatan menanam pohon Mahoni di pekarangan Taman Putroe Phang. Pohon Mahoni ini ditanam secara simbolis oleh Walikota ini merupakan bantuan dari para rekanan Pemko Banda Aceh, Yakni PT Tuah Sejati dan PT Mita Rezeki yang menyumbang 2500 bibit pohon.[]

DPRK Aceh Barat Daya Paripurnakan Dua Rancangan Qanun

BLANG PIDIE – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya hari ini melakukan rapat paripurna membahas rancangan qanun tahun 2012. Rapat yang dijadwalkan dimulai pukul 09:00 Wib dan molor selama 50 menit itu dilaksanakan di gedung DRPK setempat, Senin 27 November 2012.

Pembukaan rapat tersebut dipimpin oleh ketua DPRA Abdya M. Nasir. Dari 11 rancangan qanun yang diusulkan hanya dua rancangan qanun yang akan dibahas karena yang lain belum dilengkapi syarat akademik.

Dua rancangan qanun itu adalah rancangan qanun struktur organisasi tata laksana kantor dan rancangan qanun penganggulangan bencana kabupaten dan pemadam kebakaran.

Rapat paripurna itu turut dihadiri Sekda Aceh Barat Daya Ramli Bahar, Kapolres Aceh Barat Daya, Dandim 0110 dan para pejabar di Aceh Barat Daya lainnya.

Ramli Bahar yang datang mewakili Bupati Jufri Hasanuddin mengatakan dari beberapa qanun yang disampaikan memang belum dilengkapi naskah akademik dan mengatakan akan mengkoordinasikannya dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Ramli Bahar menyatakan terima kasih kepada semua anggota DPRK Aceh Barat Daya yang telah melakukan pembahasan qanun, dan mengharapkan kepada semua pihak untuk terus bekerjasama dalam membangun Aceh Barat Daya. []

Teungku Anwar Ramli, Ketua Komisi D DPR Aceh

SEBELUM menjadi Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Teungku Anwar Ramli merupakan Anggota Komisi C  yang membidangi keuangan dan investasi.

Kini sesuai Surat Keputusan DPR Aceh nomor 6 /DPRA/2012 tentang perubahan susunan keanggotaan alat kelengkapan dewan, ia dipercayakan sebagai Ketua Komisi D yang membidangi pembangunan dan tataruang.

Selain sebagai Ketua Komisi D, Teungku Anwar juga dipercayakan sebagai wakil ketua pada Badan Urusan Rumah Tangga DPR Aceh. Di DPR Aceh ia juga mewakili Fraksi Partai Aceh.

Teungku Anwar Ramli lahir di Idi, Aceh Timur, pada 8 Juni 1977. Ia kini tinggal di Jalan Paya Umet 96 di Komplek Perumahan DPRA.

Sebelum menjadi anggota dewan, ia merupakan pimpinan dayah. Teungku Anwar memiliki hobi membaca dan mendalami ilmu agama. Pendidikan terkhir Teungku Anwar jenjang strata satu.

Ia dikaruniai dua anak dari pernikahannya dengan Maryam Ulfa. Kedua anaknya Muhammad Suhil dan Fhadil Mubarrak.[](rz)

Ide Busway Trans Kutaraja Sudah Disampaikan ke Departemen Perhubungan

BANDA ACEH – Sebagai penggagas ide awal Trans Kutaraja, Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh sudah mengusulkan rencana itu ke Pemerintah Aceh. Lalu bagaimana kelanjutannya?

"Untuk nantinya diekspose ke pemerintah pusat (Departemen Perhubungan Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia) guna menindaklanjuti ide tersebut," ujar Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Iskandar, kepada ATJEHPOSTcom, Selasa 27 November 2012.

Menurut Iskandar, alasan ide itu diteruskan ke pusat karena Pemerintah Kota Banda Aceh belum ada dana untuk merealisasikan hal itu.

"Sementara pemerintah povinsi juga sama. Jadi melalui pemerintah provinsi untuk diusulkan ke Departemen Perhubungan RI, tentunya untuk ditindaklanjuti," ujar Iskandar.

Namun sampai kini, kata Iskandar, belum ada kabar dari Departemen Perhubungan.[](rz)

Berita Sebelumnya:

Begini Konsep Angkutan Bus Beberapa Kota di Indonesia

Di Meulaboh, Illiza Minta Pemkab Aceh Barat Libatkan Perempuan dalam Pembangunan

MEULABOH – Dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia, baik di bidang ekonomi, pendidikan maupun kesehatan, kaum perempuan harus terlibat secara aktif. Hal ini dikarenakan kaum perempuan merupakan salah satu pilar pembangunan yang memiliki potensi pembangunan di sebuah daerah dan negara.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, kepada wartawan, di Meulaboh saat mengisi kegiatan workshop “Peran Perangkat Gampong, LSM, Kepolisian, dan Tenaga Medis, dalam Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”.

Illiza mengatakan, selama ini perempuan sering didiskriminasi atau terpinggirkan, disebabkan masih besarnya budaya patriakhi atau yang lebih dikenal dengan budaya bahwa laki- laki yang selalu harus di depan.

Melihat kondisi ini, maka Illiza, menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, agar terus mendorong pembanganan di Aceh Barat, dengan melibatkan kaum perempuan secara penuh, seperti yang dilakukan oleh pemerintah Kota Banda Aceh di bawah kepemimpinan Mawardi Nurdin.

“Salah satu pogram yang telah berhasil dilakukan oleh Pemko Banda Aceh dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dengan melibatkan kaum perempuan seutuhnya adalah Musyawarah Rencana Aksi Perempuan,” katanya.

Untuk mencapai target Program MDGs dalam pembangnan sumber daya manusia, kata Illiza, maka pemerintah harus serius dalam melibatkan kaum perempuan. Illiza menilai di  Aceh Barat sudah mulai ada kemajuan, hal ini terlihat dalam komitmen  tersebut kata dia di mana Bupati Aceh Barat, H.T. Alaidinsyah atau Haji Tito pernah mengatakan kepadanya, tidak akan memberikan sesuatu untuk setiap perkampungan jika tidak adanya majelis ta’lim, yang melibatkan kaum perempuan.

Dengan keterlibatan kaum perempuan kata Illiza, maka pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan ekonomi cepat meningkat, dan angka kemiskinan cepat menurun.

“Namun, berbicara perempuan tidak hanya berbicara sisi spiritualitas saja, tapi juga bebicara dari banyak dimensi yang ada, seperti melibatkan perempuan dalam berbicara masalah pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” katanya.

Illiza juga mengatakan, selama ini banyak salah pandang dalam menilai kaum perempuan, sebenarnya kata dia malah dalam peradaban Islam sendiri perempuan diutamakan dalam pembangunan.

Untuk itu, guna memberikan peluang kepada kaum perempuan dalam setiap dimensi pembangunan harus melakukan persamaan dalam cara berpikir, dengan persamaan presepsi, dengan memberikan pemahaman kepada Dinas Syariat Islam dan pada muzakarah- muzakarah ulama.

Aceh Barat katanya saat ini masih sangat jauh tertinggal di bidang kesehatan, karena masuk dalam angka bermasalah kesehatan, akibat dari itu maka kesehatan ibu dan anak menjadi buruk.

Dari sisi lain pengarusutamaan gender saat ini di Aceh Barat, terlihat masih kurang, hal ini dibuktikan dengan kehadirian peserta dalam workshop yang dilakukan di gedung P2TP2A, dimana yang diundang seluruh komponen baik laki- laki maupun perempuan, tapi yang hadir malah perempuan semua.

Melihat kondisi tersebut kata dia sangat sulit dalam mensinergikan pemikiran antara perempuan dan laki- laki dalam berbicara perempuan, maka melihat permasalahan tersebut dibutuhkan peran semua pihak, juga tidak terlepas dari peran media massa dalam memberikan gambaran dan pemahaman terhadap pentingnya perempuan  dalam sinergisitas pembangunan yang ada.[] (ihn)

Mantan Kombatan Aceh Timur Dilatih Wawasan Kebangsaan

IDI – Sebanyak 50 orang mantan kombatan GAM dan elemen masyarakat dalam Kabupaten Aceh Timur mengikuti sosialisasi wawasan kebangsaan dan pelatihan bela negara. Acara tersebut dipusatkan di lapangan Kompi B Yon IF 111/KB Kecamatan Peudawa, Aceh Timur.

Sosialisasi yang digelar Kodim 0104 AT ini dihadiri langsung Letkol Inf Moh Hasan dan jajarannya serta para Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di lingkup dalam Kabupaten Aceh Timur.

Bupati Aceh Timur diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Syaifannur membuka secara resmi acara  itu. Syaifan mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa meningkatkan kesadaran berbangsa  dan bernegara adalah melalui pemahaman wawasan kebangsaan yang baik dan benar.

“Penyelenggaraan sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara merupakan suatu momentum untuk mempertebal komitmen serta meningkatkan kepedulian terhadap eksistensi bangsa,” ujarnya. []

Protes Hasil Pemilihan Presiden, Mahasiswa Gelar Shalat Jenazah

BANDA ACEH – Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry, yang tergabung dalam Koalisi Peduli Mahasiswa IAIN Ar-Raniry (KMP-I) menggelar Shalat jenazah di halaman kampus di Darussalam, Banda Aceh, Selasa, 27 November 2012.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap hasil pemilihan Presiden Mahasiswa di kampus tersebut. Koordinator aksi, Khadafi Syah, menyatakan aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk ungkapan matinya demokrasi di kampus IAIN Ar Raniry.

"Sistem demokrasi di kampus sudah tidak sesuai lagi dengan konsep demokrasi yang sebenarnya," kata Khadafi Syah.

Pantauan ATJEHPOST.com, sejumlah mahasiswa melakukan aksi teatrikal dengan membawa keranda jenazah manusia yang dilambangkan sebagai matinya demokrasi yang dimaksud. Dalam aksi itu mereka juga membawa poster yang bertuliskan kata-akata menolak hasil pemilihan presiden mahasiswa dan juga membagikan selebaran kepada mahasiswa lainnya yang lewat di depan kampus.

Setelah melakukan aksi di kampus Darussalam, mereka melanjutkan aksinya di kawasan Simpang Lima Banda Aceh. Aksi yang dilakukan di Simpang Lima juga sama dengan di depan kampus, mereka membawa simbol keranda jenazah dan juga membagikan selebaran. []