Home Opini Membangun Kota Banda Aceh dengan Konsep Syariah, Bisakah?

Membangun Kota Banda Aceh dengan Konsep Syariah, Bisakah?

13
0

SYARIAT adalah sebuah hukum atau peraturan Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Selain berisi hukum, aturan dan panduan kehidupan, syariat Islam juga kunci penyelesaian seluruh masalah kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Syariat Islam tidak dichotomy hanya sebatas rajam, cambuk ataupun potong tangan, tetapi itu the final judgment of guilty in criminal case. Seharusnya  pemerintah bisa mensyariatkan Badan Amil Zakat dan Baitul Mal untuk meningkatkan kemakmuran rakyat. Jadi zakat bukan hanya untuk menambahkan Pendapatan Asli Daerah tetapi lebih kepada pembagiannya seperti yang disyariatkan.

Saya yakin sekali dengan pembagian zakat seperti yang disyariatkan itu bagaikan suntikan modal yang akan menciptakan kemakmuran di negeri Aceh. Ini karena Rasulullah SAW hanya dengan dua lembaga ini sanggup mengelola uang negara untuk  memakmurkan dunia Islam dan  meningkatkan kesejahteraan masyarakat. sehingga tidak ada kelaparan dan kemiskinan yang memaksa orang untuk berbuat criminal. Jadi pemerintah jangan mengambil jalan mudah dan singkat dengan menetapkan hukuman bagi pelaku kriminal tanpa melakukan apapun untuk melihat penyebabnya orang melakukan criminal.

Ini terkesan kehadiran pemerintah untuk potong tangan bagi pencuri, cambuk atau rajam bagi pengkhalwat, penzina dan tidak melakukan apapun untuk mengantisipasi nya. Bahkan menetapkan jam malam bagi perempuan ini paradigma melemahkan syariat Islam itu sendiri yang seakan akan syariat Islam itu suatu momok yang sangat menakutkan.

Padahal syariat Islam adalah penyejuk semua jiwa dan penampung semua harapan kenapa Rasulullah SAW dan para sahabat hampir setiap malam menggendong gandum ke rumah masyarakat, karena beliau ingin memastikan tidak ada orang kelaparan karena kefakiran mendekati kekufuran jadi pertama di pastikan rakyat nya tidak ada kelaparan bukan ronda malam untuk mencari pencuri kelaparan untuk potong tangan.

Islam rahmatan lil alamin yang sumber hukumnya diadopsi dari Alquran, Al hadis, ijmak dan kias.

Memahami Islam secara kaffah adalah jalan keluar dari benturan kehidupan karena syariat Islam harus dipahami dengan konsep yang sangat luas yang mencakup perlindungan bagi warga non muslim sehingga tidak ada pembatasan hak yang mengangkangi hak orang lain.

Syariat Islam memberikan kemudahan bagi para perempuan dalam menuntun kehidupan nya ke arah yang lebih baik dan juga mengangkat harkat martabat nya bahkan di satu sisi di posisikan bagaikan raja yang kemanapun pergi harus di dampingi oleh muhrimnya bagaikan bodyguard nya.

Syariat Islam memberikan jaminan keamanan dalam persaudaraan baik muslim ataupun non muslim baik jiwa ataupun harta benda nya.

teungku muhammad nur 4

Tidak ada satu ayat pun dalam syariat Islam untuk menghardik ataupun membunuh orang lain agama yang datang ke negeri nya demi persahabatan.

Rasulullah SAW juga menjalin komunikasi yang baik dengan orang non muslim ketika melakukan perjalanan perdagangan ke Negeri Syam sehingga semua barang dagangannya habis laku  terjual dan tidak pernah menaikkan harga barang dagangannya kepada orang yang non muslim. Ini berarti Rasulullah SAW bersikap sama tanpa membedakan antara pembeli muslim dan non muslim karena manusia secara keseluruhan berasal dari Nabi Adam AS  dan Adam diciptakan dari tanah tidak ada perbedaan antara Arab dan bukan nya Arab terkecuali taqwa.

Penulis adalah Teungku Muhammad Nur, alumni Dayah Darul Ulum Tanoh Mirah, Kabupaten Bireuen.