Ogah tunjukkan lekukan tubuh, panitia tolak rekor renang wanita Iran

SEORANG perenang wanita dari Iran, Elham Asghari ditolak oleh panitia saat mengikuti lomba renang jarak 20 kilometer di laut Kaspia. Alasannya, perenang tersebut tidak menunjukkan bagian tubuhnya.

Seperti dikutip dari Daily Mail, wanita berusia 32 tahun tersebut telah berenang sepanjang 20 kilometer atau 12,4 mil berhasil mencatat rekor selama sembilan jam dengan berenang dari Nowshahr menuju lautan beku Kaspia. Wanita ini mampu membuktikan kepada pejabat setempat serta para perenang perempuan lainnya di laut lepas dengan penuh risiko. Dia juga berhasil berenang dengan tetap mengenakan jilbab tanpa harus memamerkan bentuk lekukan tubuhnya di hadapan laki-laki.

Meskipun Asghari mengenakan baju renang longgar termasuk jilbabnya namun pihak otoritas setempat menolak untuk mengakuinya bahwa dia telah berenang sejauh 20 Kilometer. Para pejabat setempat beralasan bahwa mereka sama sekali tidak peduli mengenai corak pakaian renang ala islami dan jelas-jelas tidak bisa menerimanya.

"Mereka mengatakan bahwa bentuk lekukan tubuh saya yang feminim harus dipertontonkan di hadapan mereka ketika saya sedang berada dalam air," ujarnya.

Guna mendapatkan dukungan publik, perempuan tersebut berusaha menggugat pemerintah setempat dengan membuat sebuah video singkat tentang dirinya dengan menggunakan baju renang. Dia mengklaim bahwa semua perenang mampu melakukan hal yang dilakukan Asghari.

"Saya berenang sepanjang 20 kilometer di kota Nowshahr namun mereka menyebutnya sepanjang 15 kilometer," kata wanita ini dalam video tersebut yang telah diposting dalam sebuah akun YouTube.

"Saya merasa kecewa dan ini memprotes kebijakan ini dan mereka hanya menganggap saya mampu berenang sepanjang 18 kilometer saja. Namun sampat saat ini mereka tidak pernah mencatatnya dalam daftar catatan sama sekali," ujar wanita ini dengan penuh kesal dan sedih.

Menurutnya, catatan sepanjang 20 kilometer telah dialihkan kepada orang lain yang dinilai tidak mampu berenang sejauh itu. Video itu telah memberikan inspirasi kepada semua orang, khususnya bagi para sesama perenang yang tinggal di negara mayoritas penduduk non-Muslim.

"Saya tidak ingin hak saya diintimidasi dan saya berharap anda harus memberlakukan saya dengan baik dan saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan harapan yang terbaik bagi anda semuanya," katanya dalam video tersebut.

Di negeranya sendiri, perempuan hanya diperbolehkan untuk berenang di kolam yang terpisah dengan laki-laki. Kolam renang tersebut harus di tempat tertutup dan pada saat diadakan pertandingan lomba berenang hanya perempuan saja yang boleh menontonnya.

Saat ini, Elham Asghari telah mencoba memperjuangkan haknya pada rezim pemerintahan Iran baru di bawah pimpinan Hassan Rouhani. Dia menilai Presiden Iran tersebut lebih terbuka dan bersifat akomodatif daripada masa pemerintahan Mahmoud Ahmedinejad.[](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply