Obsesi Aceh Barat Daya di Bidang Pendidikan

Tujuh SMP dan 1 MTs di Aceh Barat Daya memulai tahap pelatihan Pembelajaran Konstektual dan Manajemen Berbasis Sekolah hingga 5 April 2014.

Kegiatan yang dibuka oleh Kadisdik Abdya Yusnaidi, tersebut berlangsung di Komplek Persekolahan Terpadu Abdya. Kadisdik mengharapkan pelatihan ini dapat mengubah cara berfikir guru terutama dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

“Saya mengharapkan pelatihan ini dapat mengubah cara berfikir guru terutama dalam melaksanakan proses belajar mengajar, agar proses yang dilaksanakan dalam kelas berlangsung efektif dan menyenangkan sehingga dapat menghasil belajar siswa yang lebih baik,” katanya, Kamis 27 Maret 2014.

“Kita harus membuka diri untuk sebuah perubahan, kita punya kekurangan di satu sisi tapi punya potensi untuk dikembangkan pada sisi lainnya dan melalui pelatihan ini, potensi itu kita gali dan laksanakan,” katanya lagi.

Pemerintah Abdya sendiri mempunya obsesi besar untuk meningkatkan mutu dan pendidikan Islami. “Kita punya satu mimpi dan obsesi besar yaitu terjadinya peningkatan mutu dan pendidikan Islami di Abdya,” kata Yusnaidi.

Untuk mendukung hal tersebut Pemkab akan mengalokasikan dana bantuan ke pusat-pusat belajar guru.

Kegiatan pelatihan yang difasilitasi oleh USAID PRIORITAS tersebut akan dilakukan secara bergelombang (per-group). Setiap sekolah mengirimkan 15 guru dari 5 mata pelajaran (mapel) yaitu Bahasa Indonesia,  Bahasa Inggris, Matematika, IPS dan IPA.

Secara bergantian, guru-guru mapel tersebut mendapatkan materi pembelajaran konstektual selama 3 hari termasuk praktik langsung yang dilakukan di sekolahnya selama satu hari (total peserta yang akan dilatih 120 guru untuk pembelajaran dan 40 Kepsek, guru dan komite sekolah untuk manajemen).

Bupati Abdya telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan USAID PRIORITAS untuk memberikan bantuan teknis peningkatan kualitas pembelajaran, tata layanan, dan manajemen pendidikan serta koordinasi antar institusi pendidikan.

Selain sekolah di atas juga dibina 16 SD/MI. Program ini bekerja bersama para guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan siswa untuk menghadapi tantangan utama dalam menyediakan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan profesionalisme guru di 7 Provinsi atau 69 Kabupaten/kota di seluruh Indonesia.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply