Dari Tanah Volga, Islam akan Kembali Berjaya di Rusia

JAKARTA — Meski merupakan kekaisaran Islam, Golden Horde memiliki sejumlah wilayah yang didiami penduduk Kristen, seperti Rusia, Armenia, Alans, dan Krimea Yunani. Sejarah mencatat, Golden Horde mampu mempertahankan agama Islam hingga lebih dari dua abad.

Pada awal abad ke-15, sejumlah kerajaan Islam muncul sebagai pecahan dari Kekaisaran Golden Horde. Kerajaan-kerajaan itu di antaranya Nughay, Astrakhan, Krimea, Siberia, dan Kazan. Kerajaan-kerajaan itu menguasai hampir semua wilayah Rusia modern, kecuali wilayah antara Moskow dan Kiev.

Namun, tak lama kemudian, Rusia berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan kecil tersebut dan membentuk Kekaisaran Rusia yang dengan cepat mulai menjajah negara-negara tetangga. Kerajaan Khazan yang terletak di wilayah bekas Kerajaan Bulgar jatuh ke tangan Rusia pada 15 Oktober 1552. Berikutnya, wilayah Volga dan Laut Kaspia dibuka oleh Rusia.

Pada 1556, giliran Kerajaan Astrakhan dikalahkan Rusia. Lalu menyusul Bashqor dan Udmurt pada 1557. Lalu, pada 1598, seluruh wilyah Siberia berada di bawah pemerintahan Rusia.

Akhirnya, Kekaisaran Rusia pun lahir secara brutal. Toleransi agama dan ras yang pernah tumbuh subur di wilayah Golden Horde sirna. Selama lebih dari empat abad, Rusia yang kemudian menjadi Uni Soviet menerapkan kebijakan untuk mengenyahkan Islam. Sepanjang era Uni Soviet, umat Islam mengalami masa-masa suram. Tak sedikit ulama yang diculik dan dipenjara.

Ketika era Soviet tumbang, cahaya Islam pun mulai merekah kembali. Situasi politik yang membaik memungkinkan terjadinya pembaruan Islam di negara ini. Di Kazan, ibu kota Republik Tatarstan misalnya, puluhan masjid didirikan. Salah satunya, Masjid Qul Sharif, yang dinobatkan sebagai salah satu masjid terbesar di Eropa. Bahkan, pada tahun 2000, masjid ini dinyatakan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Universitas dan sekolah-sekolah Islam pun tumbuh dan berkembang di salah satu republik di Rusia ini. Pada saat yang sama, Muslimah berjilbab bukan lagi pemandangan aneh di Kazan, yang kini merupakan salah satu kota terbesar di Rusia.

Rasanya tak berlebihan jika berharap suatu saat Islam akan kembali berjaya di Rusia, termasuk di tanah Volga. | sumber: republika.co.id

Foto Rustam Sarachev, 21 tahun, tengah beribadah di masjid agung di Volga, Rusia.@washington post