Nyanyian Belitong Andrea Hirata dalam Song Book Laskar Pelangi

SETELAH menuai sukses sebagai empat buku terlaris di Indonesia, kisah-kisah yang mewarnai perjalanan anak-anak Belitong kini dihadirkan dalam “Song Book Laskar Pelangi”.

Buku ini berisi petikan dialog dalam “Laskar Pelangi” versi serial televisi yang digubah menjadi enam lagu oleh Andrea Hirata, lantas dinyanyikan oleh Meda dan Cut Niken dan direkam dalam CD yang disisipkan dalam buku tersebut.

Tidak hanya lagu berikut partiturnya –sehingga pembaca bisa memainkan lagu itu kapanpun, buku itu juga dilengkapi dengan beberapa cerpen yang ditulis oleh penggemar Laskar Pelangi.

Buku terbitan Bentang Pustaka itu diluncurkan pada Senin malam di Jakarta, bersamaan dengan pengumuman rencana pengambilan gambar film “Edensor” di Perancis, usai Idul Fitri mendatang.

“Song Book ini bukan kisah baru atau buku baru dari saya, cuma isinya kutipan dari bab-bab yang menarik dari buku-buku saya. Main musik itu cuma hobi, saya bisa main gitar meskipun enggak bagus-bagus amat, jangan nanti tiba-tiba saya dibilang saya akan menjadi musisi,” kata Andrea sambil tertawa.

Awalnya, kata Andrea, Mira Lesmana mendengarkan lagu “Cinta Gila” yang ia tulis sendiri untuk mengisi film “Sang Pemimpi”. Intuisi kreatif Mira Lesmana langsung bekerja. Ia segera meminta Andrea menuliskan sejumlah lagu lagi untuk serial Laskar Pelangi yang waktu itu akan diputar di sebuah televisi swasta.

“Waktu itu saya iseng-iseng bikin lagu “Cinta Gila” untuk film “Sang Pemimpi” eh ternyata Mira Lesmana (produser film Sang Pemimpi) suka dan saya diminta untuk bikin lagu-lagu untuk serial Laskar Pelangi di satu televisi swasta. Salman (Faridi) bilang bagus juga ini kalau diterbitkan, mau meniru Rod Stewart yang bikin “American Song Book”, cuma ini isinya kutipan dari bab-bab buku saya itu,” kisah Andrea Hirata.

Lagu “Cinta Gila” diaransemen ulang oleh Ahmad Fauzi dibantu oleh pemain biola Hendri Lamiri. Dari sanalah ide menerbitkan Song Book terbit.

“Ada ilustrasi yang mengantarkan setiap kisah. Song Book ini konsepnya seperti mendengarkan ksiah dan membaca novelnya sekaligus. Perpisahan Lintang yang dramatis akan terasa dalam Song Book Laskar Pelangi ini,” kata CEO Bentang Pustaka, Salman Faridi.

Alasan mengajak Meda dan Cut Niken, kata Andrea, karena mereka punya potensi yang belum begitu dimunculkan dalam jagat musik Indonesia.

“Meda adalah bakat terpendam dari sekian banyak musisi berbakat di Indonesia. Sedangkan Niken menyanyikan versi Melayu dari lagu “Negeri Laskar Pelangi”, itu khusus saya persembahkan untuk negeri kelahiran saya, Belitong. Kebetulan saya suka sekali sama musik dangdut, jadinya ya pas,” kata Andrea.

Terbukti, lantunan musik melayu dan penampilan Niken mampu memikat para hadirin, sampai-sampai ia diminta untuk bernyanyi sampai dua kali dan membuat beberapa penonton ikut bergoyang melayu.

Niken sendiri mengaku seakan-akan mimpinya menjadi kenyataan, setelah ditawari oleh pihak Mizan (produser film Edensor) untuk mengisi Song Book tersebut.

“Siapa yang tidak kenal Andrea Hirata? Hampir semua orang suka buku-buku dan filmnya, termasuk saya. Pak Aves (produser Mizan) ini kebetulan juga kenalan lama, jadi begitu kesempatan itu ditawarkan ya langsung saya iyakan. Saya diminta menyanyikan “Negeri Laskar Pelangi versi melayu, ” kata Niken. Malam itu ia tampil dengan baju terusan hitam dan jilbab putih.

Pemenang kontes KDI itu mengaku tidak butuh waktu lama dalam rekaman Song Book. "Prosesnya hanya tiga bulan dan satu kali rekaman yang sekali langsung jadi," kata Niken.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply