November 2012, Perusahaan Kanada Targetkan Mulai Mengeruk Emas Geumpang

BANDA ACEH – East Asia Minerals, perusahaan pertambangan asal Kanada menargetkan memulai tahapan penambangan emas di Gunung Miwah, Geumpang, Pidie, sebelum November 2012.

Hal itu tertuang dalam laporan CEO East Asia Minerals Edward C. Rochette kepada para pemegang saham perusahaan. Laporan yang diberi judul “Messeges from Chief Executive Officer” itu dipajang di website milik perusahaan. Lewat jaringan internet, website ini dapat diakses dari seluruh dunia oleh siapa saja.

“East Asia Minerals dan mitra lokalnya memerlukan perpanjangan izin eksplorasi (IUP) di Miwah sebelum November 2012 dari pemerintah daerah, di mana kami berharap akan didapat setelah selesainya pemilihan pejabat gubernur baru pada awal April,” tulis Edward C.Rochette.

Namun, rencana itu kini menemui kendala setelah pemerintah Indonesia memberlakukan aturan baru tentang pengelolaan hutan. Edward pun galau. Sebab, deposit tambang emas Gunung Miwah terletak di kawasan hutan lindung dan masuk wilayah perbatasan antara Pidie dan Bener Meriah.

Namun, Edward tak menyerah. Dalam laporan itu, Edward secara gamblang mengungkapkan akan mengusahakan dapat mengubah klasifikasi lokasi proyek dari “hutan lindung” ke “hutan produksi”. “Kami yakin akan mampu mencapai tujuan kami dalam waktu yang sangat dekat,” kata Edward.

Edward bersikeras melanjutkan proyek emas Gunung Miwah lantaran gunung itu menyimpan kandungan emas dengan kualitas kelas dunia.

 “Hasil bor tampaknya menunjukkan bahwa proyek Miwah memiliki potensi untuk menjadi deposit emas kelas dunia, dan nilai perusahaan meningkat dengan proyeksi positif,” tulis Edward.

East Asia Mineral adalah perusahaan asal Kanada yang telah melakukan survei kandungan emas di Gunung Miwah, Geumpang, Pidie. Dalam laporannya mereka menyebut mulai masuk ke Gunung Miwah sejak 2008.

Edward juga menyebutkan, proyek emas Miwah sangat penting bagi perusahaan. Sebab, setelah hasil survei kandungan emas diumumkan pada pertengahan 2011, nilai saham mereka meningkat drastis di lantai bursa. Dalam pengumumannya, East Asia Mineral menyebut Gunung Miwah menyimpan 3,14 juta ons emas.

“Peningkatan dramatis ini didasarkan terutama pada beberapa hasil bor yang sangat positif oleh temuan emas Miwah di Provinsi Aceh, Indonesia,” tulis Edward.

Sekadar informasi, di Indonesia, East Asia Mineral hanya punya dua proyek, yaitu di Aceh dan Sangihe, Sulawesi. Namun, perusahaan ini juga menggarap proyek tambang uranium di Mongolia.

Laporan perusahaan itu juga menyebutkan, proyek emas Miwah berjarak sekitar 150 kilometer dari Banda Aceh, berada di kawasan Pegunungan Bukit Barisan.

“Topografinya curam dan terjal pada ketinggian berkisar antara 1500-2000 di atas permukaan laut, sebagian besar tertutup oleh hutan hujan dan vegetasi tropis. Proyek Miwah dapat diakses dari Geumpang dengan mobil 4WD hingga jarak 8 kilometer, dan dilanjutkan dengan berjalan kaki 9 kilometer atau alternatif dengan helikopter langsung ke lokasi proyek.”

Tambang emas Miwah ini sebenarnya sudah pernah dilakukan eksplorasi oleh PT Tambang Emas Miwah pada 1995-1997. East Asia Minerals menyebutkan, mereka masuk ke Geumpang sejak 2008 dan telah melakukan pemetaan geologi, serta melakukan survei menggunakan metode gelombang magnetik dari udara.

Disebutkan pula, pengeboran mata berlian mulai dilakukan pada Juni 2009. Pada akhir Juni 2010, total 36 lubang bor berlian dari 45 lubang yang direncanakan telah selesai (33 lubang ke dalam Zona Utama Miwah dan 3 lubang ke Selatan Miwah Bluff Zone).  “EAS telah mengambil hampir 2.500 meter dari sampel saluran batuan dari zona emas Miwah dengan nilai rata-rata 2,35 g /t emas.”

Dahsyatnya kandungan emas Gunung Miwah membuat investor tertarik. Salah satunya adalah perusahaan investasi dan perbankan internasional, Aberdeen International Inc. Pengumuman potensi emas Gunung Miwah oleh East Asia Minerals yang disebut terbaik di dunia membuat Aberdeen kepincut dan membeli saham East Asia.

Seperti dikutip situs indonesiaways, Presiden dan COO Aberdeen, David Stein mengatakan, proyek emas Miwah di Aceh memiliki peluang menjadi proyek besar di dunia dan diharapkan menjadi bisnis inti-Aberdeen tahun 2012.

 “Kami memulai posisi baru pada kuartal ke empat, termasuk di East Asia Minerals Corporation, yang mana kepemilikan dalam dua proyek besar itu menjadi penemuan sumber tambang terbesar di Indonesia dari Cap-Ex Ventures Ltd. yang mengoperasikan beberapa proyek biji besi di daerah itu”, ujar David Stein.

Yang mengejutkan, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi, Kabupaten Pidie, Mulyadi Yacob membantah ada perusahaan asing yang beroperasi di Gunung Miwah. “Sejak saya menjabat kepala dinas, tidak ada perusahaan asing yang melakukan eksplorasi emas di sini,” kata Mulyadi ketika dihubungi The Atjeh Times, Jumat pekan lalu.

Untuk informasi selengkapnya, baca tabloid The Atjeh Times edisi pekan ini dengan laporan utama,"Bumoe Aceh Simpan Emas Terbaik Dunia."[]

  • Uncategorized

Leave a Reply