Home News Zikir Akbar di Makam Syiah Kuala, Ulama Aswaja Sampaikan Tuntutan Kepada Pemerintah...

Zikir Akbar di Makam Syiah Kuala, Ulama Aswaja Sampaikan Tuntutan Kepada Pemerintah Aceh

108
0

BANDA ACEH – Massa dari berbagai kalangan memadati kompleks Makam Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis, 1 Oktober 2015, sejak pukul 07.50 WIB. Kedatangan mereka untuk mengikuti zikir akbar yang digelar oleh sejumlah ulama Aceh dalam barisan ahlussunnah wal jammaah.

Massa tersebut datang dari berbagai pelosok Aceh seperti Aceh Barat Daya, Aceh Timur, Aceh Utara, Banda Aceh dan Aceh Besar tersebut. Hal ini diketahui dari plat kendaraan sejumlah angkutan roda empat yang mereka tumpangi dan berbaris rapi di badan jalan.

Kegiatan zikir akbar dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Rencananya, usai zikir massa akan bergerak ke kantor Gubernur Aceh untuk menuntut 12 poin seperti pada kegiatan sebelumnya.

Namun hal tersebut urung dilaksanakan. Pasalnya, Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, hari ini menjumpai massa di lokasi pelaksanaan zikir akbar di Kompleks Makam Syiah Kuala, Banda Aceh.

“Insya Allah akan hadir dari pemerintahan, nyo aksi yang kedua,” kata salah satu panitia kegiatan, Teungku Muslim.

Dia mengatakan akan membawa massa lebih banyak jika tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh Pemerintah Aceh. Teungku Muslim mengatakan banyak jamaahnya yang tidak bisa hadir lantaran ada yang menghalangi mereka. Di sisi lain, kata dia, ada juga massa dari dayah yang masih berada di kampung halaman masing-masing karena sedang liburan Idul Adha.

Pantauan portalsatu.com di lokasi terlihat beberapa ulama dayah di Aceh, pimpinan dayah dari pelosok Aceh dan utusan Kapolda.

Insya Allah pemerintah uroe nyoe hadir, nyo hana geujak, tanyo ta jak keudeh ta preh pemerintah tanyoe, meunyo hana gob nyan, ta preh pajan-pajan yang na,” ujar Teungku Muslim.

Dia juga mengungkapkan kenapa parade Aswaja dimulai dari Kompleks Makam Syiah Kuala. “Karena beu berkat, supaya tidak ada provokator,” katanya.

Amatan portalsatu.com, Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, baru tiba di lokasi sekitar pukul 09.45 WIB. Dia langsung naik ke atas panggung utama bersama para ulama dayah seperti Teungku Muslim dan Tu Bulqaini Tanjungan untuk mendengarkan tuntutan massa.[]