Home News Wanita Pembunuh Paling Ditakuti Tertangkap

Wanita Pembunuh Paling Ditakuti Tertangkap

121
0

Salah satu wanita pembunuh paling terkenal di Meksiko, yang dikenal sebagai “La China”, telah ditangkap setelah pacarnya berkicau di hadapan polisi.

Melissa Margarita Calderon Ojeda, 31 tahun, adalah wanita pembunuh paling kejam di Meksiko. Dia diyakini terkait dengan lebih dari 150 pembunuhan, baik secara langsung dan tidak langsung.

Hingga penangkapannya pada akhir pekan, dia adalah pemimpin dari kelompok pembunuh, atau di Meksiko dikenal sebagai “sicaria”, yang bekerja untuk geng kriminal, Los Antrax.

“Dia benar-benar kejam dalam membunuh orang. Dia sangat disegani dan merupakan pembunuh berdarah dingin,” kata Mike Vigil, mantan kepala DEA kepada San Antonio Express-News.

Los Antrax dikenal sebagai kaki tangan Kartel Sinola, yang dianggap kelompok kartel narkoba dan perdagangan manusia terkuat di dunia oleh unit intelijen Amerika Serikat.

Calderon Ojeda mengepalai sekitar 50 anggota yang disebut Los Damasco, yang telah menerima pelatihan dalam taktik militer dan bertanggung jawab untuk operasi khusus di dalam Los Antrax.

Dia diyakini mulai bekerja sebagai seorang pembunuh beberapa tahun yang lalu ketika ia mulai berkencan dengan salah satu anggota Los Damasco, Erick Davalos Von Borstel. Saat itu usianya baru 20 tahun.

Baru-baru ini Calderon Ojeda diperintahkan untuk menyerahkan pucuk pimpinan unit pasukan khusus kepada anggota kartel lainnya yang baru dibebaskan dari penjara.

Dalam perebutan tersebut, Calderon Ojeda yang dijuluki El Grande dilaporkan telah mencekik mantan kekasihnya karena berbicara terlalu banyak.

Dia juga memutuskan untuk menyerang sendirian dan berusaha untuk merebut kendali Los Damasco.

Sayangnya pacar barunya, Hector Pedro Camarena Gomez, yang dikenal sebagai “El Chino”, yang menyerahkan dia kepada DEA.

El Chino adalah wakil ketua Los Damasco sampai ia ditangkap oleh polisi. Dia dilaporkan menunjukkan kuburan massal dari beberapa korban Calderon Ojeda dan berbagi informasi tentang polisi korup di bawah kendalinya, dengan imbalan pengurangan hukuman.

Calderon Ojeda dilaporkan ditangkap pada akhir pekan dekat bandara internasional di Cabo San Sucas, Meksiko. Saat itu dia mencoba untuk melarikan diri ke barat laut kota Culiacan, Sinaloa.

Identitasnya dilaporkan dikonfirmasi oleh sidik jari, mugshots masa lalu, dan tatonya berupa kupu-kupu di perut dan bahu kanannya serta ikan, bunga dan huruf Mandarin di punggungnya dan huruf “A” di lengan kanannya.

Alvaro de la Pena, sekretaris jenderal Baja California Sur, membenarkan kabar penangkapan Ojeda pada hari Minggu lalu. “Kami berhasil menangkapnya dengan cara yang benar-benar bersih, tanpa ada peluru,” kata La Pena kepada Fox News.[] Sumber: dream.co.id