Home News Wali Nanggroe Diminta Persatukan Rakyat Aceh

Wali Nanggroe Diminta Persatukan Rakyat Aceh

84
0

BANDA ACEH – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala menyayangkan sikap pemerintah Aceh dan Wali Nanggroe yang terus membuat perpecahan di tengah masyarakat.

Hal ini disampaikan Menteri Polhukam BEM Unsyiah, Hasrizal, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Kamis 10 September 2015.

“Perpecahan ini terus mengurangi semangat persatuan dan kedamaian di Aceh untuk mewujudkan pembangunan Aceh sesuai yang diharapkan,” kata Hasrizal.

Katanya, seharusnya pemerintah, khususnya lembaga Wali Nanggroe dapat memediasi permasalahan ini guna mewujudkan keputusan dari hasil musyawarah yang dapat di terima oleh semua pihak Masyarakat.

“Seharusnya Wali Nanggroe melalui qanun nomor 8 tahun 2012 Tentang Wali Nanggroe, sesuai Pasal 3 adalah mempersatukan rakyat Aceh, meninggikan dinul Islam, menegakkan keadilan, dan menjaga perdamaian, menjaga kehormatan dan kewibawaan politik, adat, tradisi sejarah, dan tamadun Aceh, dan mewujudkan pemerintahan rakyat Aceh yang sejahtera dan bermartabat,” kata Hasrizal.

Disamping itu, katanya, BEM Unsyiah mengharapkan pemerintah Aceh terus menjaga komunikasi dan koordinasi bersama dengan anggota DPD dan DPR RI asal Aceh, guna saling mewujudkan visi bersama demi pembangunan Aceh.

“Bukan saling menyalahkan antar sesama,” katanya. [] (mal)