Home News Ujong Pacu Kini Punya ‘Teman’, Rancong Baro Antinarkoba

Ujong Pacu Kini Punya ‘Teman’, Rancong Baro Antinarkoba

84
0

“Narkoba itu sangat berbahaya, terutama bagi generasi muda. Ekses narkoba bukan hanya merusak masa depan pribadi anak-anak muda itu sendiri, tapi kompor gas, tabung gas, bahkan ayam pun disikat habis,” ujar Marzuki dengan aksen Aceh yang kental.

Marzuki adalah mantan Kepala Dusun Rancong Baro, Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Rancong Baro, salah satu dari empat dusun di Gampong Blang Naleung Mameh. Tiga lainnya: Dusun Barat, Timur, dan Utara.

Masyarakat Rancong Baro sejak empat malam terakhir menghidupkan “jaga malam” atau ronda malam di Pos Siskamling dusun itu. “Fokus utama untuk mencegah (peredaran) narkoba, selain untuk menjaga keamanan di dusun ini,” kata Marzuki kepada portalsatu.com lewat telpon seluler, Rabu, 9 September 2015.

Marzuki mengakui tokoh masyarakat dan pemuda Rancong Baro termotivasi dengan program antinarkoba yang sudah berjalan beberapa bulan di Gampong Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

Menurut Marzuki, kegiatan ronda malam tersebut merupakan hasil keputusan rapat umum masyarakat Rancong Baro. Rapat umum itu digelar di meunasah Gampong Blang Naleung Mameh sekitar enam hari lalu.

“Sebelumnya, di kalangan tokoh masyarakat dan pemuda Rancong Baro sudah ada saling tukar pikiran (diskusi) tentang pentingnya mencegah narkoba. Hasil tukar pikiran itu kemudian dibawa dalam rapat umum masyarakat di meunasah gampong, sehingga lahirlah keputusan, dan sudah berjalan empat malam di Rancong Baro,” ujar Marzuki.

Program “pageu gampong” untuk menghalau gempuran narkoba itu, menurut Marzuki, mendapat dukungan dari pihak Polsek Muara Satu dan Polres Lhokseumawe. Sebab, kata dia, masyarakat berkomitmen mengedepankan pola persuasif dalam membangun “benteng” Rancong Baro antinarkoba.

“Kalau ada warga dusun ini atau orang dari luar masuk kemari diduga mengedarkan narkoba, jika ditemukan barang bukti oleh masyarakat maka akan diserahkan kepada polisi. Jadi tidak boleh ‘main hakim sendiri’ atau melakukan tindakan kekerasan,” kata Marzuki.

Itu sebabnya, kata Marzuki, setiap regu ronda malam beranggotakan sekitar 12 warga berusia 18 hingga 45 tahun, turut dipantau dua atau tiga tokoh masyarakat. “Penting peran serta tokoh masyarakat agar anggota jaga malam yang masih muda-muda lebih mengedepankan kesabaran dalam bertugas,” ujarnya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono melalui Kapolsek Muara Satu AKP M. Nasir, S.H., menyatakan mendukung kegiatan ronda malam masyarakat Dusun Rancong Baro, Gampong Blang Naleung Mameh untuk mencegah peredaran narkoba.

“Ada diberitahukan kepada kita, tentu kita mendukung jika masyarakat mengedepankan cara-cara persuasif untuk mencegah narkoba maupun kriminal lainnya seperti pencurian. Kita imbau masyarakat tidak bertindak anarkis, jika ada orang yang diduga mengedar narkoba, mohon segera dilaporkan agar dapat kita tindaklanjuti secepatnya,” ujar M. Nasir.

Menurut Kapolsek Nasir, sejauh ini di wilayah hukum Polsek Muara Satu hanya Gampong Ujong Pacu dan Dusun Rancong Baro, Gampong Blang Naleung Mameh yang menghidupkan ronda malam mencegah peredaran narkoba.

Hasil swadaya masyarakat, kini di dusun itu juga sudah dipajang dua spanduk bertuliskan, “Masyarakat Rancong Baro Antinarkoba”. Spanduk tersebut, kata Marzuki, sebagai bentuk sosialisasi baik untuk masyarakat setempat maupun warga dari luar yang bertamu ke dusun itu.

“Memang sejak aktifnya kegiatan jaga malam masyarakat Ujong Pacu mencegah narkoba, bias dibilang saat ini sudah 90 persen berkurang narkoba di tempat kami. Mudah-mudahan dengan aktifnya jaga malam di dusun ini, ke depan tidak ada lagi narkoba yang masuk ke Rancong Baro,” kata Marzuki.

Rancong Baro kini menjadi “teman” Ujong Pacu dalam program masyarakat antinarkoba. Bagaimana dengan dusun-dusun atau gampong-gampong lainnya di Aceh?[]

Foto ilustrasi. @okezone.com