Tiga Tahun Zikir, HIMAB: Pemimpin Aceh Harus Kompak

BANDA ACEH- Ketua Himpunan Mahasiswa Aceh Besar, Khairul Imam, mengatakan antara kedua sosok pemimpin di Aceh harus seimbang. Hal ini untuk mencegah terjadinya perbedaan sikap dan beda pendapat.

“Saya pernah mendengar pidato Zaini Abdullah kala itu dengan mengutip kata-katanya, satu perahu jangan terdapat dua orang nahkoda. Nah, petikan itu awal dari bumbunya ketidakberesan dua sosok kepemimpinan di Aceh. Indikasinya adalah jikalau mereka tidak balance sampai hari ini jangan harap pemerintah Aceh akan baik sesuai dengan visi misi yang mereka usungkan kala kampanye saat itu,” kata Khairul Imam, kepada portalsatu.com, Kamis 25 Juni 2015.

Katanya, sekarang hal yang paling penting adalah dalam dua tahun kedepan ini pada akhir kepemimpinan doktor Zaini dengan Muzakir Manaf harus sama-sama sepakat.

“Seandainya mereka kompak, saya rasa dua tahun ini bisa mereka maksimalkan berjalanlah sama-sama sesuai dengan kampanye politik kala itu,” ujarnya. Karena, kata Imam, banyak kampaye-kampanye saat itu belum terealisasikan sampai saat ini.

“Di Aceh sebelum Ramadan ada kombatan yang ingin menjumpai Zaini. Nah ini kan juga salah satu ada ketidakberesan program disentegrasi yang dibawa pimpinan Zikir, yang jelas disentegrasi harus berjalan dengan baik dan tidak pula mementingkan kepentingan satu kelompok saja,” katanya.

Katanya lagi, kedua tokoh pemimpin di Aceh ini harus benar-benar memanfaatkan masa dua tahun kedepan dengan menjalankan pemerintahan sebaik mungkin. [] (mal)