Home News Teungku Amri M Ali Terpilih Aklamasi Pimpin DPW PPP Aceh

Teungku Amri M Ali Terpilih Aklamasi Pimpin DPW PPP Aceh

67
0

LHOKSEUMAWE – Teungku Haji Amri M. Ali terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Aceh periode 2015-2020 dalam Musyawarah Wilayah VIII di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Minggu, 26 April 2015.

“Dari total 23 DPD (Dewan Pimpinan Daerah PPP) kabupaten/kota di Aceh, hampir seluruhnya mengusulkan untuk mendukung Teungku Haji Amri M. Ali menjadi Ketua DPW PPP Aceh periode 2015-2020,” ujar Ketua Panitia Muswil VIII PPP Aceh Ihsanuddin MZ kepada portalsatu.com usai penutupan Muswil, Minggu malam tadi.

Ihsanuddin menyebut usulan tersebut kemudian dibahas dalam rapat pleno dan mendapat sambutan baik dari para peserta, sehingga Teungku Haji Amri M. Ali terpilih secara aklamasi untuk memimpin DPW PPP Aceh.

Sebelumnya Teungku Haji Amri M. Ali menjabat Sekretaris DPW PPP Aceh. Kata Ihsanuddin, yang bersangkutan layak menjadi Ketua DPW PPP Aceh lantaran selama ini dinilai telah bekerja keras memajukan partai. “Dengan demikian kami berpikir beliau patut diapresiasikan untuk menjadi ketua,” katanya.

Ihsanuddin menyatakan Muswil VIII PPP Aceh itu berjalan lancar walau sempat diwarnai kabar adanya sikap penolakan dari sebagian kader partai ini terhadap kegiatan tersebut.

“Seluruh peserta Muswil tetap berkomitmen menjaga apa yang telah dituangkan dalam Muktamar di Surabaya beberapa waktu lalu. Walaupun nantinya ada (sikap kontra dari sebagian kader PPP), itu semua merupakan arah politik masing-masing individu dan menjadi tugas ketua terpilih untuk senantiasa merangkul kader-kader tersebut,” ujarnya.

Ihsanuddin berharap dengan terpilihnya Teungku Haji Amri M. Ali sebagai Ketua DPW PPP Aceh sekaligus ketua tim formatur dapat memberi dampak positif guna membawa kemajuan bagi PPP mendatang.

Diberitakan sebelumnya, Muswil VIII PPP Aceh dibuka Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar VIII di Surabaya, Romahurmuziy. Ketum PPP ini minta para kader partai berlambang ka’bah di Aceh tidak terpecah akibat dualisme kepemimpinan partai di tingkat pusat. (Baca: Romahurmuziy Minta Kader PPP Aceh tak Pecah).[] Laporan : Datuk Haris Molana