Home News Teroris Manfaatkan Media untuk Rekrut Anggota?

Teroris Manfaatkan Media untuk Rekrut Anggota?

57
0

BANDA ACEH- Bermula dari ISIS, sebenarnya politik masuk ke Negara Indonesia sudah menjadi permasalahan agama dan hal ini cukup mengkhawatirkan.

Hal ini disampaikan Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel Grand Naggroe, Banda Aceh, Selasa, 29 September 2015.

“Kemudian pola penyebaran dan pola perekrutan sekarang ini adalah media, dikarenakan dunia maya yang mudah diakses, anonim, jangkauannya luas dan harganya murah. Dengan 200 ribu sekarang kita bisa pakai handphone di tangan dan menjelajah dunia maya,” kata Agus saat konferensi pers usai menjadi pemateri pada Workshop Program Damai di Dunia Maya siang tadi.

Kemudian, katanya, hampir 80 persen masyarakat sekarang mengunakan internet, termasuk sosial media berupa line, twiter, instagram, bbm, linked, path, facebook dan segala macam yang ada. Nah sementara pelaku teror tersebut semuanya kalangan muda.

“Ada sekitar 59 persen mereka berusia antara 16 sampai 35 tahun. Jadi mereka selalu yang mengakses internet ini, anak muda dalam kondisi labil kemudian ia ingin mencari identitas diri,” ujar Agus.

Karena menurutnya, pada usia itulah anak-anak muda ingin menjadi tentara, polisi, dokter, insinyur, mahasiswa, termasuk ingin menjadi orang yang mengutamakan kekerasan dengan tampil beda dan hal inilah yang menjadi sasaran mereka.

“Saya katakan bahwa dunia maya dan generasi muda harus kita amankan, ini salah satu program BNPT mengajak pengiat dunia maya untuk bersama-sama mewujudkan kedamaian didunia maya,” kata Agus Surya Bakti.

Sementara langkah-langkah yang dilakukan BNPT adalah monitoring informasi yang ada dan semua gadget, jika ada salah satu yang melanggar kedaulatan negara akan dicatat.

“Nah sayangnya BNPT tidak bisa langsug menutup, BNPT cuma memonitoring. Negara ini yang bisa menutup adalah Menkominfo, kita laporkan ke Menkominfo. Terlebih sekarang ini Menkominfo sudah punya panel, berupa panel kekerasan, panel konflik dan segala macam. Jadi data dari BNPT mereka saring kalau memang seharusnya ditutup iya mereka yang akan menutup,” ujar suami Bella Saphira, artis asal Indonesia tersebut. [] (mal)